Rupiah Menguat Sejengkal
Kamis, 05/11/2009 16:57 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak terbatas mengikuti mata uang regional yang juga sedang stagnan atas dolar AS setelah keputusan Bank Sentral AS.
Pada perdagangan Kamis (5/11/2009), rupiah ditutup hanya menguat tipis ke 9.515 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.525 per dolar AS.
Rupiah sempat menguat jauh sebelum akhirnya memicu aksi beli investor lokal yang menyebabkan penguatannya pun menjadi terbatas.
Di pasar Asia, dolar AS juga bergerak variatif setelah Bank Sentral AS memutuskan memperpanjang kebijakan suku bunga rendah 0-0,25%. Keputusan itu dinilai tidak terlalu istimewa.
Dolar AS melemah atas yen ke 90,44 yen, dibandingkan sebelumnya di 90,75 yen. Euro melemah ke 1,4851 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4865 dolar.
"Aksi jual besar yang cukup besar atas aset-aset yang berisiko (sehingga memperkuat dolar AS) dalam 2 pekan ini terjadi karena didorong oleh kekhawatiran The Fed akan mengubah kebijakan retoriknya menjadi indikasi waktu untuk strategi keluar," jelas analis Barclays Capital seperti dikutip dari AFP.
"FOMC terus mengindikasikan mereka mempertahankan suku bunga rendahnya pada periode lebih lama sehingga dapat meningkatkan permintaan atas investasi yang lebih berisiko," tambahnya.
(qom/qom)
Pada perdagangan Kamis (5/11/2009), rupiah ditutup hanya menguat tipis ke 9.515 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.525 per dolar AS.
Rupiah sempat menguat jauh sebelum akhirnya memicu aksi beli investor lokal yang menyebabkan penguatannya pun menjadi terbatas.
Di pasar Asia, dolar AS juga bergerak variatif setelah Bank Sentral AS memutuskan memperpanjang kebijakan suku bunga rendah 0-0,25%. Keputusan itu dinilai tidak terlalu istimewa.
Dolar AS melemah atas yen ke 90,44 yen, dibandingkan sebelumnya di 90,75 yen. Euro melemah ke 1,4851 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4865 dolar.
"Aksi jual besar yang cukup besar atas aset-aset yang berisiko (sehingga memperkuat dolar AS) dalam 2 pekan ini terjadi karena didorong oleh kekhawatiran The Fed akan mengubah kebijakan retoriknya menjadi indikasi waktu untuk strategi keluar," jelas analis Barclays Capital seperti dikutip dari AFP.
"FOMC terus mengindikasikan mereka mempertahankan suku bunga rendahnya pada periode lebih lama sehingga dapat meningkatkan permintaan atas investasi yang lebih berisiko," tambahnya.
(qom/qom)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
KPK dan Polisi Kurang Merespons Temuan BPK
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 13:32 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
