3 Pengendali DOID Lepas Seluruh Kepemilikan Rp 8,264 Triliun
Jumat, 06/11/2009 16:53 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Tiga pemegang saham pengendali yakni Lion Trust, Amicorp Trustees dan Credence Trust telah melepas seluruh kepemilikannya di PT Delta Dunia Petroindo Tbk (DOID) senilai Rp 8,264 triliun. Harga transaksi dilakukan pada dua harga, yaitu Rp 1.350 dan Rp 1.400.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip detikFinance, Jumat (6/11/2009), transaksi tutup sendiri (crossing) telah dilakukan 15 menit sebelum penutupan pasar. Sebanyak 3 broker telah memfasilitasi penjualan raksasa tersebut.
Total jumlah saham yang dipindahtangankan mencapai 12 juta lot atau setara dengan 6 miliar (88,36%) saham DOID. Jumlah itu identik dengan jumlah saham yang dimiliki oleh Lion, Amicorp dan Credence.
PT Danareksa Sekuritas (OD) memfasilitasi transaksi jual 2.764.315 lot atau setara dengan 1,382 miliar (20,35%) saham DOID pada harga Rp 1.350 per saham. PT Semesta Indovest (MG) memfasilitasi transaksi jual 4.035.685 lot atau setara dengan 2,017 miliar (29,71%) saham DOID pada harga Rp 1.350 dan Rp 1.400 per saham.
Terakhir, PT CLSA Indonesia (KZ) memfasilitasi transaksi jual 5.200.000 lot atau setara dengan 2,6 miliar (38,28%) saham DOID pada harga Rp 1.400 per saham.
Sebanyak 4 broker tercatat menjadi pembeli atas transaksi tersebut, yakni tiga broker yang disebut di atas ditambah PT Bahana Securities (DX) yang ikutan membeli 26.556 lot atau 13,278 juta (0,19%) saham DOID pada harga Rp 1.400. DX membeli saham DOID tersebut dari KZ.
Dari penjualan 88,36% saham DOID senilai Rp 8,264 triliun tersebut, investor asing melakukan pembelian sebesar Rp 8,219 triliun. Sisanya sebesar Rp 44,938 miliar dibeli oleh investor lokal.
Transaksi penjualan 88,38% saham DOID ini sangat mengejutkan. Sebab, semula hanya Credence Trust yang terdengar kabar akan melakukan penjualan 23,85% saham DOID. Rupanya, dua pengendali DOID lainnya, Lion dan Amicorp juga ikutan melepas seluruh kepemilikan sahamnya dari DOID.
Berdasarkan data pemegang saham DOID per 30 September 2009, Lion Trust memiliki 1.527.842.669 (22,5%) saham DOID, Amicorp Trustees sebanyak 1.527.842.669 (22,5%) dan Credence Trust memiliki 2.944.314.662 (43,36%) saham DOID. Totalnya sebanyak 6 miliar saham (88,36%) dari total saham DOID sebanyak 6.790.411.880 saham.
Seluruh 88,36% saham tersebut disimpan dalam rekening kustodian di CLSA Singapore Pte Ltd.
Struktur pemegang saham di atas pun baru terbentuk setelah restrukturisasi kepemilikan saham Benny Wiransa, Edy Suwarno dan PT Texta Indonesia pada 10 September 2009. Benny semula menguasai 26,09% saham DOID, Edy Suwarno sebanyak 7,52% dan PT Texta Indonesia sebanyak 49,02%.
Namun ketiganya melakukan restrukturisasi dan menempatkan saham-sahamnya di Lion, Amicorp dan Credence, dengan komposisi baru seperti di atas.
Hingga saat ini belum jelas alasan penjualan seluruh kepemilikan saham Lion, Amicorp dan Credence senilai Rp 8,264 triliun tersebut. Manajemen perseroan pun mengaku belum mengetahui detil transaksi tersebut.
"Kita belum dapat informasi dari pemegang saham soal penjualan sebesar itu. Nanti akan kami cek dulu dengan pemegang saham," ujar Direktur DOID, Ricardo Suhendra Wirjawan saat dihubungi detikFinance.
(dro/qom)
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip detikFinance, Jumat (6/11/2009), transaksi tutup sendiri (crossing) telah dilakukan 15 menit sebelum penutupan pasar. Sebanyak 3 broker telah memfasilitasi penjualan raksasa tersebut.
Total jumlah saham yang dipindahtangankan mencapai 12 juta lot atau setara dengan 6 miliar (88,36%) saham DOID. Jumlah itu identik dengan jumlah saham yang dimiliki oleh Lion, Amicorp dan Credence.
PT Danareksa Sekuritas (OD) memfasilitasi transaksi jual 2.764.315 lot atau setara dengan 1,382 miliar (20,35%) saham DOID pada harga Rp 1.350 per saham. PT Semesta Indovest (MG) memfasilitasi transaksi jual 4.035.685 lot atau setara dengan 2,017 miliar (29,71%) saham DOID pada harga Rp 1.350 dan Rp 1.400 per saham.
Terakhir, PT CLSA Indonesia (KZ) memfasilitasi transaksi jual 5.200.000 lot atau setara dengan 2,6 miliar (38,28%) saham DOID pada harga Rp 1.400 per saham.
Sebanyak 4 broker tercatat menjadi pembeli atas transaksi tersebut, yakni tiga broker yang disebut di atas ditambah PT Bahana Securities (DX) yang ikutan membeli 26.556 lot atau 13,278 juta (0,19%) saham DOID pada harga Rp 1.400. DX membeli saham DOID tersebut dari KZ.
Dari penjualan 88,36% saham DOID senilai Rp 8,264 triliun tersebut, investor asing melakukan pembelian sebesar Rp 8,219 triliun. Sisanya sebesar Rp 44,938 miliar dibeli oleh investor lokal.
Transaksi penjualan 88,38% saham DOID ini sangat mengejutkan. Sebab, semula hanya Credence Trust yang terdengar kabar akan melakukan penjualan 23,85% saham DOID. Rupanya, dua pengendali DOID lainnya, Lion dan Amicorp juga ikutan melepas seluruh kepemilikan sahamnya dari DOID.
Berdasarkan data pemegang saham DOID per 30 September 2009, Lion Trust memiliki 1.527.842.669 (22,5%) saham DOID, Amicorp Trustees sebanyak 1.527.842.669 (22,5%) dan Credence Trust memiliki 2.944.314.662 (43,36%) saham DOID. Totalnya sebanyak 6 miliar saham (88,36%) dari total saham DOID sebanyak 6.790.411.880 saham.
Seluruh 88,36% saham tersebut disimpan dalam rekening kustodian di CLSA Singapore Pte Ltd.
Struktur pemegang saham di atas pun baru terbentuk setelah restrukturisasi kepemilikan saham Benny Wiransa, Edy Suwarno dan PT Texta Indonesia pada 10 September 2009. Benny semula menguasai 26,09% saham DOID, Edy Suwarno sebanyak 7,52% dan PT Texta Indonesia sebanyak 49,02%.
Namun ketiganya melakukan restrukturisasi dan menempatkan saham-sahamnya di Lion, Amicorp dan Credence, dengan komposisi baru seperti di atas.
Hingga saat ini belum jelas alasan penjualan seluruh kepemilikan saham Lion, Amicorp dan Credence senilai Rp 8,264 triliun tersebut. Manajemen perseroan pun mengaku belum mengetahui detil transaksi tersebut.
"Kita belum dapat informasi dari pemegang saham soal penjualan sebesar itu. Nanti akan kami cek dulu dengan pemegang saham," ujar Direktur DOID, Ricardo Suhendra Wirjawan saat dihubungi detikFinance.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
