Butuh US$ 1,8 Miliar Untuk Hapus Ketergantungan Impor Raw Sugar
Jumat, 06/11/2009 17:01 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (Agri) menyatakan setidaknya dibutuhkan pembangunan 15 pabrik baru raw sugar di Tanah Air dengan investasi US$ 1,875 miliar untuk menghapus ketergantungan impor gula mentah (raw sugar).
Pemerintah dan pelaku usaha gula rafinasi sedang menyusun rencana pembangunan 15 pabrik gula raw sugar seluas 300.000 hektar. Selama ini 100% kebutuhan raw sugar diimpor 2 juta ton per tahun oleh 8 pabrik gula rafinasi lokal karena pemenuhan raw sugar di dalam negeri sama sekali nihil.
"Investasi untuk satu pabrik gula (PG) US$ 125 juta termasuk untuk lahan dan pabrik," kata Direktur Eksekutif Agri M. Yamin Rahman saat ditemui usai bertemu Menperin, di Departemen Perindustrian, Jakarta, Jumat (6/11/2009).
Yamin mengatakan rencana pembangunan ke 15 pabrik raw sugar merupakan bagian dari rencana revitalisasi industri gula rafinasi dalam rangka mengurangi bahkan menghapus ketergantungan impor raw sugar. Setidaknya saat ini kebutuhan impor raw sugar tahun ini mencapai 2 juta ton lebih.
"Bagaimana rafinasi ini bisa berkontribusi mengurangi impor, akan kita buat matrik beberapa bulan ke depan. Jadi revitalisasi yang di rafinasi kaitannya untuk mengurangi impor (berbeda dengan pabrik gula konsumsi)," katanya.
Dikatakannya dari rencana ke 15 pabrik yang baru akan dibangun nanti akan dibuat skema matrik untuk menggambarkan rencana bisnis kelayakan pembangunannya.
Bahkan para anggota Agri yang selama ini berjumlah 8 perusahaan yang biasa memproduksi gula rafinasi, berpeluang untuk masuk mendirikan pabrik raw sugar.
"Kita lihat business plan-nya dulu, kalau memungkinkan kemungkinan membuat pabrik raw sugar," jelas Yamin.
Sementara itu Sekjen Agri, Suryo alam mengatakan jika memang layak dibangun, maka setidaknya pembangunan pabrik itu bisa dilaksanakan dalam satu tahun ke depan. Sampai saat ini pemerintah mengarahkan pembangunan pabrik raw sugar lokal di kawasan Merauke (Food Estate ).
"Diharapkan setahun bisa implementasi," kata Alam.
Selama ini, di Tanah Air, gula berdasarkan kebutuhannya terbagi menjadi dua, yaitu pertama jenis gula putih konsumsi (rumah tangga) yang kebutuhannya mencapai 2,7 juta ton per tahun yang umumnya di produksi oleh pabrik gula milik PTPN dengan produksi tebu petani.
Kedua adalah gula untuk industri (makanan dan minuman) atau yang biasa disebut gula rafinasi yang per tahun kebutuhannya mencapai 2,17 juta ton dimana bahan bakunya raw sugar 100% harus diimpor.
(hen/dnl)
Pemerintah dan pelaku usaha gula rafinasi sedang menyusun rencana pembangunan 15 pabrik gula raw sugar seluas 300.000 hektar. Selama ini 100% kebutuhan raw sugar diimpor 2 juta ton per tahun oleh 8 pabrik gula rafinasi lokal karena pemenuhan raw sugar di dalam negeri sama sekali nihil.
"Investasi untuk satu pabrik gula (PG) US$ 125 juta termasuk untuk lahan dan pabrik," kata Direktur Eksekutif Agri M. Yamin Rahman saat ditemui usai bertemu Menperin, di Departemen Perindustrian, Jakarta, Jumat (6/11/2009).
Yamin mengatakan rencana pembangunan ke 15 pabrik raw sugar merupakan bagian dari rencana revitalisasi industri gula rafinasi dalam rangka mengurangi bahkan menghapus ketergantungan impor raw sugar. Setidaknya saat ini kebutuhan impor raw sugar tahun ini mencapai 2 juta ton lebih.
"Bagaimana rafinasi ini bisa berkontribusi mengurangi impor, akan kita buat matrik beberapa bulan ke depan. Jadi revitalisasi yang di rafinasi kaitannya untuk mengurangi impor (berbeda dengan pabrik gula konsumsi)," katanya.
Dikatakannya dari rencana ke 15 pabrik yang baru akan dibangun nanti akan dibuat skema matrik untuk menggambarkan rencana bisnis kelayakan pembangunannya.
Bahkan para anggota Agri yang selama ini berjumlah 8 perusahaan yang biasa memproduksi gula rafinasi, berpeluang untuk masuk mendirikan pabrik raw sugar.
"Kita lihat business plan-nya dulu, kalau memungkinkan kemungkinan membuat pabrik raw sugar," jelas Yamin.
Sementara itu Sekjen Agri, Suryo alam mengatakan jika memang layak dibangun, maka setidaknya pembangunan pabrik itu bisa dilaksanakan dalam satu tahun ke depan. Sampai saat ini pemerintah mengarahkan pembangunan pabrik raw sugar lokal di kawasan Merauke (Food Estate ).
"Diharapkan setahun bisa implementasi," kata Alam.
Selama ini, di Tanah Air, gula berdasarkan kebutuhannya terbagi menjadi dua, yaitu pertama jenis gula putih konsumsi (rumah tangga) yang kebutuhannya mencapai 2,7 juta ton per tahun yang umumnya di produksi oleh pabrik gula milik PTPN dengan produksi tebu petani.
Kedua adalah gula untuk industri (makanan dan minuman) atau yang biasa disebut gula rafinasi yang per tahun kebutuhannya mencapai 2,17 juta ton dimana bahan bakunya raw sugar 100% harus diimpor.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
KPK dan Polisi Kurang Merespons Temuan BPK
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 13:32 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
