Gagal Bayar Kupon Obligasi, Arpeni Turun Peringkat ke B-
Jumat, 06/11/2009 18:15 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Fitch Ratings menurunkan peringkat mata uang asing dan lokal PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) ke B- dari B dan peringkat nasional jangka panjangnya ke BBB-(idn) dari BBB+(idn). Fitch juga menurunkan peringkat obligasi dollar yang akan jatuh tempo di tahun 2013 ke CCC dari B-.
Peringkat pengembalian (Recovery rating) tetap pada 'RR5'. Semua peringkat ditempatkan pada Rating Watch Negative (RWN). Demikian disampaikan dalam siaran persnya, Jumat (6/11/2009).
Penurunan peringkat disebabkan adanya gagal bayar pembayaran kupon semi annual untuk obligasi dolar yang jatuh tempo pada 3 November 2009, sesuai konfirmasi manajemen perusahaan. APOL kini memiliki tenggat waktu 30 hari dari tanggal jatuh tempo untuk melunasi pembayaran kupon guna menghindari default pada obligasi tersebut.
APOL memiliki kas sebesar US$ 70 juta per 30 Juni 2009, namun manajemen perusahaan tidak memberikan alasan spesifik mengapa pembayaran kupon tersebut tidak dilakukan. Fitch meyakini Arpeni mungkin sedang menghadapi masalah likuiditas untuk sementara waktu, yang mungkin berhubungan dengan kontrak-kontrak derivatifnya.
Fitch akan mencabut RWN setelah manajemen menjelaskan alasan gagal bayar kupon tersebut dan juga mendemonstrasi kemampuan untuk melakukan pembayaran di masa mendatang tepat waktu. Peringkat-peringkat tersebut dapat diturunkan apabila posisi likuiditas APOL melemah secara signifikan. Pembayaran kupon dalam waktu masa grace period tersebut tidak cukup untuk mencabut RWN.
(dro/qom)
Peringkat pengembalian (Recovery rating) tetap pada 'RR5'. Semua peringkat ditempatkan pada Rating Watch Negative (RWN). Demikian disampaikan dalam siaran persnya, Jumat (6/11/2009).
Penurunan peringkat disebabkan adanya gagal bayar pembayaran kupon semi annual untuk obligasi dolar yang jatuh tempo pada 3 November 2009, sesuai konfirmasi manajemen perusahaan. APOL kini memiliki tenggat waktu 30 hari dari tanggal jatuh tempo untuk melunasi pembayaran kupon guna menghindari default pada obligasi tersebut.
APOL memiliki kas sebesar US$ 70 juta per 30 Juni 2009, namun manajemen perusahaan tidak memberikan alasan spesifik mengapa pembayaran kupon tersebut tidak dilakukan. Fitch meyakini Arpeni mungkin sedang menghadapi masalah likuiditas untuk sementara waktu, yang mungkin berhubungan dengan kontrak-kontrak derivatifnya.
Fitch akan mencabut RWN setelah manajemen menjelaskan alasan gagal bayar kupon tersebut dan juga mendemonstrasi kemampuan untuk melakukan pembayaran di masa mendatang tepat waktu. Peringkat-peringkat tersebut dapat diturunkan apabila posisi likuiditas APOL melemah secara signifikan. Pembayaran kupon dalam waktu masa grace period tersebut tidak cukup untuk mencabut RWN.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
