PPA Bakal Cicil Suntikan Dana PAL
Sabtu, 07/11/2009 10:59 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - PT PAL Indonesia akan mendapatkan kucuran dana dari PT Perusahaan Pengelola Aset dengan cara dicicil. Jumlah dana yang bakal digelontorkan untuk restrukturisasi perusahaan plat merah itu sebanyak Rp 400 miliar.
Demikian hal itu dikemukakan oleh Deputi Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi (PISET) Sahal Lumban Gaol di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (7/11/2009).
"Total dananya kira-kira Rp 400 miliar, tapi yang jelas peluncurannya tidak dikasih semua. Jadi sesuai dengan kebutuhan pencairannya," katanya.
Menurutnya, saat ini penyelesaian administrasi oleh PPA sudah rampung. Dana tersebut bisa mulai mengucur setelah pemerintah melihat seluruh program BUMN perkapalan itu dan menyeleksi satu per satu.
"Jadi tinggal masalah waktu saja," ungkapnya.
Suntikan dana tersebut akan digunakan BUMN perkapalan tersebut untuk melakukan costum clearance, modal kerja di bisnis kapal dan non kapal seperti perbaikan dan perawatan. Sekitar 60-65 persen dari suntikan dana itu dipakai untuk modal kerja, sedangkan sisanya untuk custom clearance dan kewajiban lain.
PAL mulai dirawat oleh PPA sejak awal 2009 lalu karena kesulitan likuiditas. Sebelumnya, PPA juga sudah memiliki 3 opsi yang bakal diambil untuk menyehatkan PAL, antara lain meningkatkan jumlah fasilitas kredit pinjaman bank, program credit enhancement oleh PPA sehingga Pal memiliki kemampuan meminjam kredit yang lebih tinggi dengan memetakan terlebih dahulu program-program kerja perusahaan dan melakukan kerjasama operasional saling menguntungkan dengan BUMN lainnya.
(ang/dru)
Demikian hal itu dikemukakan oleh Deputi Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi (PISET) Sahal Lumban Gaol di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (7/11/2009).
"Total dananya kira-kira Rp 400 miliar, tapi yang jelas peluncurannya tidak dikasih semua. Jadi sesuai dengan kebutuhan pencairannya," katanya.
Menurutnya, saat ini penyelesaian administrasi oleh PPA sudah rampung. Dana tersebut bisa mulai mengucur setelah pemerintah melihat seluruh program BUMN perkapalan itu dan menyeleksi satu per satu.
"Jadi tinggal masalah waktu saja," ungkapnya.
Suntikan dana tersebut akan digunakan BUMN perkapalan tersebut untuk melakukan costum clearance, modal kerja di bisnis kapal dan non kapal seperti perbaikan dan perawatan. Sekitar 60-65 persen dari suntikan dana itu dipakai untuk modal kerja, sedangkan sisanya untuk custom clearance dan kewajiban lain.
PAL mulai dirawat oleh PPA sejak awal 2009 lalu karena kesulitan likuiditas. Sebelumnya, PPA juga sudah memiliki 3 opsi yang bakal diambil untuk menyehatkan PAL, antara lain meningkatkan jumlah fasilitas kredit pinjaman bank, program credit enhancement oleh PPA sehingga Pal memiliki kemampuan meminjam kredit yang lebih tinggi dengan memetakan terlebih dahulu program-program kerja perusahaan dan melakukan kerjasama operasional saling menguntungkan dengan BUMN lainnya.
(ang/dru)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
