Mandiri Targetkan Kredit Kendaraan Tembus Rp 2,5 Triliun
Minggu, 08/11/2009 15:50 WIB
dok detikfinance
Jakarta - Pertumbuhan kredit otomotif (kendaraan) PT Bank Mandiri Tbk. pada tahun 2010 diperkirakan akan tumbuh mencapai Rp 2-2,5 triliun. Hal ini mempertimbangkan perkembangan kinerja perseroan yang meningkat, meski masih ada kemungkinan terjadi kenaikan inflasi di tahun depan.
"Pertumbuhan kredit otomotif sudah meningkat 50%, dan tahun depan diharapkan nilai kredit otomotif Rp 2-2,5 triliun," kata Chief Financial Officer PT Bank Mandiri Tbk Pahala Masyuri disela-sela press conference penerbitan Obligasi Subordinasi perseroan di restoran Kembang Goela Jakarta Minggu (8/11/2009).
Dalam keterangannya, Pahala menyebut kredit otomotif akan membaik karena meningkatnya penyaluran di sektor konsumsi. Sampai triwulan III 2009 total kredit Bank Mandiri tercatat Rp188 triliun, dari periode yang sama tahun lalu hanya sebesar Rp162 triliun. Sedangkan khusus untuk jumlah kredit konsumsi pada periode hingga triwulan III mencapai Rp 18,9 triliun atau naik dari periode sebelumnya yang hanya Rp 16,6 triliun.
Dikatakannya naiknya kredit Bank Mandiri pada triwulan III 2009, disumbang oleh sektor mikro sebesar 25,3%, korporasi 24,7%, dan small business 20% dan lain-lain.
Pada tahun 2010, Bank Mandiri tetap akan fokus pada kredit mikro. Prioritas kedua, penyaluran diharapkan dari sektor konsumsi, dengan perkiraan pertumbuhan pada perdagangan otomotif. Pertumbuhan kredit juga dipengaruhi oleh terus menurunnya tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI).
"Kita pun mengharapkan pertumbuhan terjadi pada KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Dan untuk kredit commercial harapan ada peningkatan 14%," terang Pahala.
Peningkatan ini didasarkan atas fokus perseroan dalam penyaluran dana hasil Obligasi Subdebt-nya ke sektor kredit. "Hasil Subdebt ini 100% akan digunakan untuk pembiayaan kredit kita di tahun depan," ujarnya.
Rasio kecukupan modal (CAR) pun diprediksi akan meningkat di 2010, seiring tumbuhnya kredit perbankan. Saat September 2009 posisi CAR Bank Mandiri berada di level 14,1%. Sampai akhir tahun, posisi CAR diharapkan akan mencapai 15%.
"CAR kita sempat turun dari 14,2% menjadi 14,1%. Dengan penyaluran kredit ini, tahun depan CAR kita, diharapkan meningkat 2%, dan berada di 18-20%," imbuh pahala.
(hen/hen)
"Pertumbuhan kredit otomotif sudah meningkat 50%, dan tahun depan diharapkan nilai kredit otomotif Rp 2-2,5 triliun," kata Chief Financial Officer PT Bank Mandiri Tbk Pahala Masyuri disela-sela press conference penerbitan Obligasi Subordinasi perseroan di restoran Kembang Goela Jakarta Minggu (8/11/2009).
Dalam keterangannya, Pahala menyebut kredit otomotif akan membaik karena meningkatnya penyaluran di sektor konsumsi. Sampai triwulan III 2009 total kredit Bank Mandiri tercatat Rp188 triliun, dari periode yang sama tahun lalu hanya sebesar Rp162 triliun. Sedangkan khusus untuk jumlah kredit konsumsi pada periode hingga triwulan III mencapai Rp 18,9 triliun atau naik dari periode sebelumnya yang hanya Rp 16,6 triliun.
Dikatakannya naiknya kredit Bank Mandiri pada triwulan III 2009, disumbang oleh sektor mikro sebesar 25,3%, korporasi 24,7%, dan small business 20% dan lain-lain.
Pada tahun 2010, Bank Mandiri tetap akan fokus pada kredit mikro. Prioritas kedua, penyaluran diharapkan dari sektor konsumsi, dengan perkiraan pertumbuhan pada perdagangan otomotif. Pertumbuhan kredit juga dipengaruhi oleh terus menurunnya tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI).
"Kita pun mengharapkan pertumbuhan terjadi pada KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Dan untuk kredit commercial harapan ada peningkatan 14%," terang Pahala.
Peningkatan ini didasarkan atas fokus perseroan dalam penyaluran dana hasil Obligasi Subdebt-nya ke sektor kredit. "Hasil Subdebt ini 100% akan digunakan untuk pembiayaan kredit kita di tahun depan," ujarnya.
Rasio kecukupan modal (CAR) pun diprediksi akan meningkat di 2010, seiring tumbuhnya kredit perbankan. Saat September 2009 posisi CAR Bank Mandiri berada di level 14,1%. Sampai akhir tahun, posisi CAR diharapkan akan mencapai 15%.
"CAR kita sempat turun dari 14,2% menjadi 14,1%. Dengan penyaluran kredit ini, tahun depan CAR kita, diharapkan meningkat 2%, dan berada di 18-20%," imbuh pahala.
(hen/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
