detikfinance

BI Harus Berani Larang Dana Asing Masuk Ke SBI

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Minggu, 08/11/2009 16:33 WIB
dok detikfinance
Jakarta - Banyaknya investor asing yang mengalokasikan dananya  ke Suku Bunga Bank Indonesia (SBI) tidak membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini justru dapat berdampak negatif karena aliran dana keluar (capital outflow) dapat terjadi secara tiba-tiba, dan menjadikan mata uang rupiah turun drastis. Sehingga butuh keberanian dari BI untuk melarang asing memasukkan dananya ke SBI, caranya dengan merevisi aturan Bank Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara pada saat acara public expose PT Bank Mandiri, di restoran Kembang Goela Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Minggu (8/11/2009).

Menurutnya, saat ini jumlah dana asing yang ada di SBI sudah sangat belimpah. Dari sebanyak  Rp 240 triliun total dana SBI, termasuk diantaranya Rp 48 triliun berasal dari investor asing. "BI harusnya bisa lebih berani untuk melarang asing berinvestasi SBI. Sudah ada Rp 48 triliun dana asing, padahal currency hanya US$  800 juta- 1 miliar," ujar Mirza.

Ia menambahkan, investasi di SBI tidak membawa manfaat, karena himpunan dana tidak dialokasikan ke sektor lain, melainkan hanya tertimbun mengendap, hanya menghasilkan bunga saja.

"Nggak bisa diapa-apakan, malah BI harus bayar bunga. Lebih baik dialokasikan ke pasar saham, obligasi atau Surat Utang Negara (SUN)," serunya.

Mirza menjelaskan, rupiah yang menguat pada beberapa waktu lalu, lebih disebabkan bertambahnya aliran dana yang masuk (capital inflow) ke SBI. "Jadi rupiah akan melemah dengan cepat jika terjadi  capital outflow. Kalau keluar, bahaya," paparnya.

Dilanjutkan Mirza, BI sebagai pengendali moneter bisa mengeluarkan peraturan baru, untuk melarang investor asing masuk ke SBI. "Kalau BI begitu (pro asing/liberal) maka terlalu capital control. Saya juga tidak tahu pasti kenapa BI tetap mengizinkan, padahal saya sudah mengingatkan," tegas Mirza.

(hen/hen)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.