Rupiah Didorong Aliran Modal
Senin, 09/11/2009 17:12 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali menguat seiring dengan mata uang regional lainnya yang juga cenderung menguat. Penguatan rupiah kali ini masih didukung oleh aliran modal setelah Bank Sentral AS memutuskan mempertahankan suku bunga rendahnya.
Pada perdagangan Senin (9/11/2009), rupiah ditutup menguat di 9.415 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level Rp 9.465 per dolar AS.
Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono mengatakan, penguatan rupiah pada hari ini disertai dengan volatilitas yang terjaga.
"Penguatan rupiah ditopang oleh capital inflows karena the Fed masih akan terus mempertahankan suku bunga cukup rendah (mendekati 0%) dalam waktu yang cukup lama (extended period) setelah data pengangguran terus meningkat mencapai 10,2%," urai Hartadi kepada detikFinance.
Meski penguatan berlangsung, lanjut Hartadi, BI akan mengupayakan agar kepastian bagi dunia usaha dan masyarakat secara umum terjaga.
"Kepastian usaha yang meningkat disertai dengan prospek ekonomi yang membaik akan meningkatkan minat investor untuk menanam dananya pada instrumen lain, selain SBI dan SUN," pungkas Hartadi.
Di pasar Asia, dolar AS kembali melemah atas euro. Investor fokus pada data baru untuk mendukung proyeksi ekonomi global. Euro menguat ke 1,4936 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4846 dolar.
(dru/qom)
Pada perdagangan Senin (9/11/2009), rupiah ditutup menguat di 9.415 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level Rp 9.465 per dolar AS.
Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono mengatakan, penguatan rupiah pada hari ini disertai dengan volatilitas yang terjaga.
"Penguatan rupiah ditopang oleh capital inflows karena the Fed masih akan terus mempertahankan suku bunga cukup rendah (mendekati 0%) dalam waktu yang cukup lama (extended period) setelah data pengangguran terus meningkat mencapai 10,2%," urai Hartadi kepada detikFinance.
Meski penguatan berlangsung, lanjut Hartadi, BI akan mengupayakan agar kepastian bagi dunia usaha dan masyarakat secara umum terjaga.
"Kepastian usaha yang meningkat disertai dengan prospek ekonomi yang membaik akan meningkatkan minat investor untuk menanam dananya pada instrumen lain, selain SBI dan SUN," pungkas Hartadi.
Di pasar Asia, dolar AS kembali melemah atas euro. Investor fokus pada data baru untuk mendukung proyeksi ekonomi global. Euro menguat ke 1,4936 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4846 dolar.
(dru/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
