Tidak Semua Bank Swasta Berani Turunkan Suku Bunga Deposito
Senin, 09/11/2009 21:01 WIB
Foto: Suhendra-detikFinance
Jakarta - Kesepakatan penurunan suku bunga deposito di bawah 7% yang dilakukan 14 bank dengan Bank Indonesia (BI) tidak efektif dijalankan semua bank swasta.
Masih banyak yang menetapkan bunga deposito di atas kesepakatan tersebut untuk menarik dana pihak ketiga (DPK) masuk ke bank swasta.
"Anjuran ini tidak masuk ke kita. Itu mungkin hanya bisa untuk bank-bank besar pemerintah," ujar Direktur Utama PT Bank Agroniaga Tbk Kemas M. Arief seusai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan di kantornya Plaza GRI, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (8/11/2009).
Ia menjelaskan, Bank Agroniaga tidak dapat bersaing dengan bank-bank besar jika bunga deposito perseroan berada di level 7%. Saat ini Bank Agroniaga masih menetapkan bunga deposito tinggi, 9,5%, untuk tetap menarik nasabah berinvestasi.
"Kita masih di atas, kalau tidak begitu, kita akan kalah. Mendingan mereka (nasabah) taruh uang di deposito bank pemerintah kalau bunganya sama-sama 7,5%. Tidak akan bisa," katanya.
Siap Buka 3 Cabang Baru
Bank Agroniaga telah menyiapkan anggaran Rp 800 juta untuk masing-masing kantor cabang baru perseroan. Investasi ini dilakukan perseroan untuk mendekatkan dengan nasabah yang kebanyakan petani plasma Sawit, karet, ataupun pegawai perkebunan.
Ditegaskan Kemas, pada tahun 2010 perseroan akan membuka 3 kantor cabang di wilayah Riau, Pontianak, dan Jambi.
"Sebenarnya tanggal 3 November lalu kita sudah buka cabang di Riau, tapi kita akan buka satu lagi di tahun depan. Selain itu juga akan ada cabang baru di Pontianak dan Jambi," imbuhnya.
"Investasi untuk tiap cabang diprediksi Rp 800 juta. Yang paling mahal adalah investasi di sewa dan pengadaan sawit," tambah Corporate Secretary perseroan Irawan Nur Kustanto.
Lanjutnya, di ketiga wilayah tersebut sudah ada 5.400 calon nasabah yang didominasi oleh petani dan karyawan pabrik Sawit.
"Itu mengapa kita ingin mendirikan kantor cabang di sana, karena potensi nasabah sangat besar. Dan memang konsentrasi nasabah kita selama ini di perkebunan," tambahnya.
(wep/dnl)
Masih banyak yang menetapkan bunga deposito di atas kesepakatan tersebut untuk menarik dana pihak ketiga (DPK) masuk ke bank swasta.
"Anjuran ini tidak masuk ke kita. Itu mungkin hanya bisa untuk bank-bank besar pemerintah," ujar Direktur Utama PT Bank Agroniaga Tbk Kemas M. Arief seusai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan di kantornya Plaza GRI, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (8/11/2009).
Ia menjelaskan, Bank Agroniaga tidak dapat bersaing dengan bank-bank besar jika bunga deposito perseroan berada di level 7%. Saat ini Bank Agroniaga masih menetapkan bunga deposito tinggi, 9,5%, untuk tetap menarik nasabah berinvestasi.
"Kita masih di atas, kalau tidak begitu, kita akan kalah. Mendingan mereka (nasabah) taruh uang di deposito bank pemerintah kalau bunganya sama-sama 7,5%. Tidak akan bisa," katanya.
Siap Buka 3 Cabang Baru
Bank Agroniaga telah menyiapkan anggaran Rp 800 juta untuk masing-masing kantor cabang baru perseroan. Investasi ini dilakukan perseroan untuk mendekatkan dengan nasabah yang kebanyakan petani plasma Sawit, karet, ataupun pegawai perkebunan.
Ditegaskan Kemas, pada tahun 2010 perseroan akan membuka 3 kantor cabang di wilayah Riau, Pontianak, dan Jambi.
"Sebenarnya tanggal 3 November lalu kita sudah buka cabang di Riau, tapi kita akan buka satu lagi di tahun depan. Selain itu juga akan ada cabang baru di Pontianak dan Jambi," imbuhnya.
"Investasi untuk tiap cabang diprediksi Rp 800 juta. Yang paling mahal adalah investasi di sewa dan pengadaan sawit," tambah Corporate Secretary perseroan Irawan Nur Kustanto.
Lanjutnya, di ketiga wilayah tersebut sudah ada 5.400 calon nasabah yang didominasi oleh petani dan karyawan pabrik Sawit.
"Itu mengapa kita ingin mendirikan kantor cabang di sana, karena potensi nasabah sangat besar. Dan memang konsentrasi nasabah kita selama ini di perkebunan," tambahnya.
(wep/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
