Rupiah Masih Tenang-tenang
Selasa, 10/11/2009 09:04 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak stabil di tengah meningkatnya permintaan dari pengusaha lokal. Peningkatan permintaan itu menahan laju penguatan rupiah akibat aliran modal asing.
Pada perdagangan Selasa (10/11/2009), rupiah dibuka stabil di level 9.420 per dolar AS.
Investor lokal mulai mengakumulasi dolar untuk kebutuhan akhir tahunnya. Rupiah pun diprediksi tidak bisa bergerak menguat lebih tajam lagi, meski aliran modal kini semakin deras seiring meningkatnya pengambilan risiko.
Keputusan G20 untuk mempertahankan kebijakan stimulus fiskalnya telah memicu investor kembali berani memburu aset-aset yang berisiko dan meninggalkan investasi safe-havens.
Euro kemarin menguat tajam ke 1,5007 dolar, dibandingkan penutupan sebelumnya di 1,4846 dolar. Euro juga menguat atas yen di 134,76 yen, dibandingkan sebelumnya di 133,45 yen. Dolar AS tercatat juga melemah atas yen di 89,81 yen, dibandingkan sebelumnya di 89,90 yen.
Hilary Love dari PNC Bank mengatakan, pasar bereaksi atas keputusan menteri keuangan G20 untuk mempertahankan kebijakan stimulusnya.
"Ini, dikombinasikan dengan tidak adanya ekspresi kekhawatiran seputar level mata uang, diinterpretasikan sebagai lampu hijau untuk meningkatnya pengambilan risiko, memicu penjualan dolar dan aset bergerak ke aset dengan imbal hasil lebih tinggi," ujarnya seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)
Pada perdagangan Selasa (10/11/2009), rupiah dibuka stabil di level 9.420 per dolar AS.
Investor lokal mulai mengakumulasi dolar untuk kebutuhan akhir tahunnya. Rupiah pun diprediksi tidak bisa bergerak menguat lebih tajam lagi, meski aliran modal kini semakin deras seiring meningkatnya pengambilan risiko.
Keputusan G20 untuk mempertahankan kebijakan stimulus fiskalnya telah memicu investor kembali berani memburu aset-aset yang berisiko dan meninggalkan investasi safe-havens.
Euro kemarin menguat tajam ke 1,5007 dolar, dibandingkan penutupan sebelumnya di 1,4846 dolar. Euro juga menguat atas yen di 134,76 yen, dibandingkan sebelumnya di 133,45 yen. Dolar AS tercatat juga melemah atas yen di 89,81 yen, dibandingkan sebelumnya di 89,90 yen.
Hilary Love dari PNC Bank mengatakan, pasar bereaksi atas keputusan menteri keuangan G20 untuk mempertahankan kebijakan stimulusnya.
"Ini, dikombinasikan dengan tidak adanya ekspresi kekhawatiran seputar level mata uang, diinterpretasikan sebagai lampu hijau untuk meningkatnya pengambilan risiko, memicu penjualan dolar dan aset bergerak ke aset dengan imbal hasil lebih tinggi," ujarnya seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
