Sri Mulyani 'Takut-takuti' Lulusan STAN
Selasa, 10/11/2009 11:35 WIB
Foto: dok depkeu
Jakarta - Lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dibuat stress oleh pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dalam acara wisuda mahasiswa STAN, Sri Mulyani menyampaikan berbagai tuntutan dan tantangan yang sangat tinggi.
Sri Mulyani menegaskan banyak hal yang harus dipegang lulusan STAN dalam memulai masa kerjanya sebagai Pegawai Negeri Sipil dalam instansi Departemen Keuangan dan non Departemen Keuangan.
Ia menceritakan tantangan sebagai pegawai publik tidak mudah. Menjaga kepercayaan masyarakat merupakan salah satu tugas pegawai publik yang sangat berat karena masyarakat saat ini belum percaya penuh terhadap instansi publik. Para pegawai publik inilah yang bertugas mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan bekerja secara amanah dan dapat dipercaya.
"Anda memasuki suatu arena, di mana masyarakat belum merasa percaya penuh terhadap instansi publik. Oleh karena itu, Anda harus bekerja ekstra keras, ektra hati-hati, tidak kompromi sedikit pun pada nilai-nilai yang tidak sesuai," ujar Ani pada acara Wisuda STAN di JCC, Selasa (10/11/2009).
Para lulusan STAN ini juga diingatkan Ani mengenai status laporan keuangan negara yang masih disclaimer. Ani berharap dengan adanya para pegewai baru dari STAN ini mampu menjadikan laporan keuangan negara tahun 2011 bisa mencapai status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Para lulusan STAN ini diharapkan bisa belajar dari negara-negara lain yang telah mengelola laporan keuangannya dengan baik.
"Memang ada konsekuensi. Kau yang memulai kau yang mengakhiri. Kita harus megikuti standard negara-negara lain yang telah lebih baik dari sisi tata kelola. Laporan keuangan pada 2011 sudah tidak lagi disclaimer tapi WTP. Saya berharap Anda WTP dari hari ini sampai pensiun. Saya berharap Anda punya misi untuk memperbaiki tata kelola dalam laporan keuangan yang baik," harapnya.
Sri Mulyani juga mengingatkan kepada 1200 lulusan STAN ini, di instansi Departemen Keuangan nanti mereka akan bertemu dengan 1200 lulusan universitas lain yang tidak kalah baik dengan mereka. Oleh karena itu, Sri Mulyani berharap dari investasi negara yang ditanam untuk sekolah negara ini, pemerintah memperoleh lulusan-lulusan yang bisa bersaing dan menjadi motor penggerak dalam instansi Departemen Keuangan.
"Peringatan tambahan, jadi bikin stress ya... 1200 lulusan STAN yang akan masuk ke Departemen Keuangan akan bersaing dengan 1200 dari lulusan lain. Anda akan melihat di atas langit ada langit. Saya berharap Anda bisa sama baiknya dengan lulusan terbaik di universitas lain. Saya tidak rela kalau investasi untuk STAN tidak menghasilkan lulusan terbaik," tegasnya.
(nia/qom)
Sri Mulyani menegaskan banyak hal yang harus dipegang lulusan STAN dalam memulai masa kerjanya sebagai Pegawai Negeri Sipil dalam instansi Departemen Keuangan dan non Departemen Keuangan.
Ia menceritakan tantangan sebagai pegawai publik tidak mudah. Menjaga kepercayaan masyarakat merupakan salah satu tugas pegawai publik yang sangat berat karena masyarakat saat ini belum percaya penuh terhadap instansi publik. Para pegawai publik inilah yang bertugas mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan bekerja secara amanah dan dapat dipercaya.
"Anda memasuki suatu arena, di mana masyarakat belum merasa percaya penuh terhadap instansi publik. Oleh karena itu, Anda harus bekerja ekstra keras, ektra hati-hati, tidak kompromi sedikit pun pada nilai-nilai yang tidak sesuai," ujar Ani pada acara Wisuda STAN di JCC, Selasa (10/11/2009).
Para lulusan STAN ini juga diingatkan Ani mengenai status laporan keuangan negara yang masih disclaimer. Ani berharap dengan adanya para pegewai baru dari STAN ini mampu menjadikan laporan keuangan negara tahun 2011 bisa mencapai status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Para lulusan STAN ini diharapkan bisa belajar dari negara-negara lain yang telah mengelola laporan keuangannya dengan baik.
"Memang ada konsekuensi. Kau yang memulai kau yang mengakhiri. Kita harus megikuti standard negara-negara lain yang telah lebih baik dari sisi tata kelola. Laporan keuangan pada 2011 sudah tidak lagi disclaimer tapi WTP. Saya berharap Anda WTP dari hari ini sampai pensiun. Saya berharap Anda punya misi untuk memperbaiki tata kelola dalam laporan keuangan yang baik," harapnya.
Sri Mulyani juga mengingatkan kepada 1200 lulusan STAN ini, di instansi Departemen Keuangan nanti mereka akan bertemu dengan 1200 lulusan universitas lain yang tidak kalah baik dengan mereka. Oleh karena itu, Sri Mulyani berharap dari investasi negara yang ditanam untuk sekolah negara ini, pemerintah memperoleh lulusan-lulusan yang bisa bersaing dan menjadi motor penggerak dalam instansi Departemen Keuangan.
"Peringatan tambahan, jadi bikin stress ya... 1200 lulusan STAN yang akan masuk ke Departemen Keuangan akan bersaing dengan 1200 dari lulusan lain. Anda akan melihat di atas langit ada langit. Saya berharap Anda bisa sama baiknya dengan lulusan terbaik di universitas lain. Saya tidak rela kalau investasi untuk STAN tidak menghasilkan lulusan terbaik," tegasnya.
(nia/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabatan Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
KPK dan Polisi Kurang Merespons Temuan BPK
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 13:32 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
