detikfinance

Foke Minta Masukan Pengembangan Jakarta, Lewat Seminar 3 Hari

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Selasa, 10/11/2009 12:24 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Menciptakan DKI Jakarta menjadi kota megapolis yang berkesinambungan (sustainable ), bisa dilakukan bersama-sama. Ide ini, direalisasikan dalam The Sustainable Jakarta Convention (SJC) 2009. Selama 10-13 November 2009, akan ada 40 pembicara dan 800 pengambil keputusan, guna mengkaji bagaimana ibukota dapat tumbuh dengan baik.

SJC 2009 akan membahas, dan mereposisi secara berkesinambungan wilayah DKI Jakarta, agar tetap eksis dan relevan dalam perekonomian global.

"Ini adalah convention international pertama, dan kita berharap banyak hasil dari konvensi ini. Khususnya pengembangan daerah urban di Jakarta dan masalah terkait lain, seperti banjir, dan public transportation ," ujar Gubernur DKI Jakarta dalam sambutannya di hotel Four Season, Jakarta, Selasa (10/11/2009).

Hingga akhir pekan ini, pembahasan pembangunan Jakarta yang berkelanjutan akan dijabarkan oleh 40 pembicara. SJC 2009 akan membahas pemukiman yang memadai dan sustainable construction , juga efisiensi serta konversi energi. Manajemen air dan limbah, khususnya penanganan banjir pun, menjadi fokus pembicaraan dalam konvensi.

Perencanaan kebutuhan infrastruktur dan transportasi juga dimasukkan dalam agenda. Ini penting untuk menjaga keberlangsungannya, demi mewujudkan Jakarta menjadi sebuah mega city. Fokus terakhir adalah pendanaan dan investasi bagi pembangunan yang berkelanjutan.

"Untuk menyelesaikan semua permasalahan di Ibukota butuh dana. Dan tidak mungkin bisa berjalan kalau financial resources tidak ada,"kata Fauzi.

Pemerintah Daerah (Pemda) juga siap merubah Undang-Undang (UU), jika isi yang terkandung dapat menghambat proses pembangunan yang berkelanjutan. "Tidak hanya UU, tapi juga peraturan yang ada dibawahnya akan dirubah," terangnya.

Dalam konvensi ini juga akan dibahas, pembangunan hunian berbasis lingkungan, yang sudah diwacanakan sejak lama. "Pada akhir tahun ini, saya akan mengumumkan kategori-kategori green building . Semoga konvensi ini juga menghasilkan kajian yang baik, tentang pemukiman yang memadai," imbuhnya.

Banyak dukungan yang datang dari berbagai pihak. Sebut aja, Kadin DKI Jakarta, PT Holcim Indonesia Tbk, dan International Finance Corporation (IFC), serta Swisscontact. "Diharapkan konvensi ini akan menciptakan Jakarta yang lebih baik di masa depan," terang President Direktur Holcim Indonesia Eamon Ginley.

Kadin DKI Jakarta pun menyambut baik konvensi ini. Melalui Ketua Umumnya, Eddy Kuntadi, Kadin berharap Jakarta dapat tumbuh menjadi megapolitan yang sama dengan kota-kota besar lain di dunia, pada tahun 2020.

"Program megapolitan merupakan program jangka panjang. Dengan menetapkan 5 pilar, seperti entrepenership , business financing , city tourism , dan reformasi birokrasi, semoga Jakarta Service City bisa terwujud," kata Eddy.


(wep/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?