Aksi Jual BUMI Hempaskan IHSG
Selasa, 10/11/2009 16:16 WIB
Jakarta - Aksi jual saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang besar menghempaskan IHSG hingga turun jauh di saat bursa-bursa regional menikmati kenaikan. IHSG juga gagal bertahan di level 2.400.
Pada perdagangan Selasa (10/11/2009), IHSG ditutup turun 24,479 poin (1,02%) ke level 2.381,955. Indeks LQ 45 juga melemah 4,507 poin (0,95%) ke level 468,201. Pelemahan IHSG justru terjadi setelah BPS mengumumkan perekonomian RI tumbuh 4,21% pada kuartal III-2009.
Menurut analis PT BNI Securities Muhammad Alfatih, koreksi IHSG hari ini merupakan aksi wajar yang dilakukan para investor guna mengambil keuntungan jangka pendek.
"Kalau kita lihat selama dua pekan ini, IHSG sulit menembus level 2.400, ketika dua hari terakhir berhasil masuk ke level 2.400, tidak bisa terangkat lebih tinggi lagi. Jadi kelihatannya investor yang melakukan pembelian saham di bawah level 2.400 memutuskan meralisasikan keuntungan jangka pendek," ujarnya.
Sejak ambruk pada 27 Oktober 2009, IHSG memang sulit menembus level 2.400. Baru pada perdagangan kemarin, Senin (9/11/2009), IHSG bisa menembus level 2.406,434.
Meski pada perdagangan sesi I IHSG sempat menguat, seiring dengan tren kenaikan bursa-bursa regional, namun IHSG tampil beda dan mengalami penurunan drastis pada perdagangan sesi II.
Sebagaimana dikatakan Alfatih, investor yang melakukan pembelian saham ketika IHSG di bawah level 2.400, setelah dua pekan tidak bisa mengangkat lebih tinggi lagi, akhirnya memutuskan mengambil aksi ambil untung secara bersamaan.
Hampir seluruh bursa-bursa regional mencetak kenaikan, mengikuti Wall Street tadi malam.
Perdagangan berjalan cukup moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 83.723 kali pada volume 4.201 juta lembar saham senilai Rp 3,372 triliun. Sebanyak 41 saham naik, 175 saham turun dan 43 saham stagnan.
Saham BUMI memberi kontribusi besar bagi pelemahan IHSG. Saham BUMI tercatat turun Rp 150 menjadi Rp 2.150 dengan nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp 1,1 triliun. Saham BUMI terus mendapatkan tekanan jual setelah mengumumkan penerbitan obligasi US$ 300 juta.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 550 menjadi Rp 31.050, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 menjadi Rp 23.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 menjadi Rp 15.500, BRI (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 7.350, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 100 menjadi Rp 2.200, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 200 menjadi Rp 11.750.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 8.750, BCA (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 4.750, Central Proteinaprima (CPIN) naik Rp 25 menjadi Rp 2.200, Indosat (ISAT) naik Rp 100 menjadi Rp 5.150, Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp 50 menjadi Rp 2.425.
(qom/dro)
Pada perdagangan Selasa (10/11/2009), IHSG ditutup turun 24,479 poin (1,02%) ke level 2.381,955. Indeks LQ 45 juga melemah 4,507 poin (0,95%) ke level 468,201. Pelemahan IHSG justru terjadi setelah BPS mengumumkan perekonomian RI tumbuh 4,21% pada kuartal III-2009.
Menurut analis PT BNI Securities Muhammad Alfatih, koreksi IHSG hari ini merupakan aksi wajar yang dilakukan para investor guna mengambil keuntungan jangka pendek.
"Kalau kita lihat selama dua pekan ini, IHSG sulit menembus level 2.400, ketika dua hari terakhir berhasil masuk ke level 2.400, tidak bisa terangkat lebih tinggi lagi. Jadi kelihatannya investor yang melakukan pembelian saham di bawah level 2.400 memutuskan meralisasikan keuntungan jangka pendek," ujarnya.
Sejak ambruk pada 27 Oktober 2009, IHSG memang sulit menembus level 2.400. Baru pada perdagangan kemarin, Senin (9/11/2009), IHSG bisa menembus level 2.406,434.
Meski pada perdagangan sesi I IHSG sempat menguat, seiring dengan tren kenaikan bursa-bursa regional, namun IHSG tampil beda dan mengalami penurunan drastis pada perdagangan sesi II.
Sebagaimana dikatakan Alfatih, investor yang melakukan pembelian saham ketika IHSG di bawah level 2.400, setelah dua pekan tidak bisa mengangkat lebih tinggi lagi, akhirnya memutuskan mengambil aksi ambil untung secara bersamaan.
Hampir seluruh bursa-bursa regional mencetak kenaikan, mengikuti Wall Street tadi malam.
- Indeks Komposit Shanghai naik 3,03 poin (0,10%) ke level 3.178,61.
- Indeks Nikkei-225 naik 61,74 poin (0,63%) ke 9.870,73.
- Indeks Hang Seng naik 60,61 poin (0,27%) ke level 22.268,16.
- Indeks KOSPI naik 5,51 poin (0,35%) ke level 1.582,30.
- Indeks Straits Times naik 5,75 poin ke level 2.699,13.
Perdagangan berjalan cukup moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 83.723 kali pada volume 4.201 juta lembar saham senilai Rp 3,372 triliun. Sebanyak 41 saham naik, 175 saham turun dan 43 saham stagnan.
Saham BUMI memberi kontribusi besar bagi pelemahan IHSG. Saham BUMI tercatat turun Rp 150 menjadi Rp 2.150 dengan nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp 1,1 triliun. Saham BUMI terus mendapatkan tekanan jual setelah mengumumkan penerbitan obligasi US$ 300 juta.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 550 menjadi Rp 31.050, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 menjadi Rp 23.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 menjadi Rp 15.500, BRI (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 7.350, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 100 menjadi Rp 2.200, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 200 menjadi Rp 11.750.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 8.750, BCA (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 4.750, Central Proteinaprima (CPIN) naik Rp 25 menjadi Rp 2.200, Indosat (ISAT) naik Rp 100 menjadi Rp 5.150, Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp 50 menjadi Rp 2.425.
(qom/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
