Pemerintah Belum Akan Rombak Direksi PLN
Selasa, 10/11/2009 18:43 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belum berencana untuk melakukan perombakan di jajaran direksi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kendati terjadi berbagai masalah seperti pemadaman listrik di sejumlah titik di Jakarta dan sekitarnya.
Menurut Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, pihaknya tidak akan melakukan intervensi dalam kegiatan operasional PLN dengan jajaran direksi saat ini.
"Kami belum ada rencana untuk merombak direksi PLN," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (11/10/2009).
Ia menambahkan, PLN juga belum masuk dalam daftar perusahaan pelat merah yang jajaran direksi dan komisarisnya bakal dirombak. "PLN belum masuk rencana direksi yang akan dirombak. Kita harus bicara dulu," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah meminta maaf kepada masyarakat karena masalah listrik yang sering padam akibat rusaknya beberapa gardu induk PLN di Jakarta. Menurutnya, masalah krisis listrik di Jakarta ini memang sudah dalam tahap mengganggu kenyamanan masyarakat dan industri.
"Kami dari pemerintah dan atas nama pemerintah, saya meminta maaf kepada masyarakat atas krisis ini, karena memang upaya sudah dilakukan maksimal terhadap kenyamanan masyarakat termasuk industri," ujarnya. Sebelumnya sempat merebak kabar akan dirombaknya jajaran Direksi PLN menyusul berbagai masalah yang terjadi khususnya di bidang kinerja kelistrikan.
(ang/dnl)
Menurut Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, pihaknya tidak akan melakukan intervensi dalam kegiatan operasional PLN dengan jajaran direksi saat ini.
"Kami belum ada rencana untuk merombak direksi PLN," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (11/10/2009).
Ia menambahkan, PLN juga belum masuk dalam daftar perusahaan pelat merah yang jajaran direksi dan komisarisnya bakal dirombak. "PLN belum masuk rencana direksi yang akan dirombak. Kita harus bicara dulu," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah meminta maaf kepada masyarakat karena masalah listrik yang sering padam akibat rusaknya beberapa gardu induk PLN di Jakarta. Menurutnya, masalah krisis listrik di Jakarta ini memang sudah dalam tahap mengganggu kenyamanan masyarakat dan industri.
"Kami dari pemerintah dan atas nama pemerintah, saya meminta maaf kepada masyarakat atas krisis ini, karena memang upaya sudah dilakukan maksimal terhadap kenyamanan masyarakat termasuk industri," ujarnya. Sebelumnya sempat merebak kabar akan dirombaknya jajaran Direksi PLN menyusul berbagai masalah yang terjadi khususnya di bidang kinerja kelistrikan.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabatan Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
KPK dan Polisi Kurang Merespons Temuan BPK
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 13:32 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
