Pemda NTB dan Antam Bagi Rata Jatah Saham Newmont
Selasa, 10/11/2009 19:28 WIB
Foto: Tambang Newmont
Jakarta - Pemerintah Daerah NTB dan Pemerintah Pusat yang diwakili PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akan berbagi saham hasil divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) secara adil, masing-masing akan mendapat porsi saham sebanyak 15,5 persen untuk hasil divestasi saham Newmont tahun 2006-2010.
"Pembahasan terakhir kan komposisinya 15,5 persen untuk Pemerintah Daerah dan mitranya, sedangkan untuk Antam dan mitranya juga 15,5 persen sebagai wakil pemerintah pusat," kata Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (10/11/2009).
Ia mengaku, pihaknya tinggal menandatangani surat untuk pembelian saham divestasi Newmont tersebut. Penandatangan dari pihak Kementerian Negara BUMN itu akan dilakukan hari ini, sehingga semua dokumen sudah siap untuk dibawa ke penandatangan sales and purchase agreement (SPA) bersama Newmont esok hari.
"Ini sudah di meja saya, tinggal tanda tangan. Kan kita mengejar deadline sebelum tanggal 12 nanti," tambahnya.
Menurutnya, porsi rata tersebut dinilai paling proporsional dalam pembelian seluruh saham hasil divestasi perusahaan tambang tersebut.
Total saham yang harus dilepas Newmont sesuai keputusan arbitrase jumlahnya 31 persen. Sebanyak 3 persen tahun 2006, lalu masing-masing 7 persen untuk tahun 2007 hingga 2010.
(ang/dnl)
"Pembahasan terakhir kan komposisinya 15,5 persen untuk Pemerintah Daerah dan mitranya, sedangkan untuk Antam dan mitranya juga 15,5 persen sebagai wakil pemerintah pusat," kata Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (10/11/2009).
Ia mengaku, pihaknya tinggal menandatangani surat untuk pembelian saham divestasi Newmont tersebut. Penandatangan dari pihak Kementerian Negara BUMN itu akan dilakukan hari ini, sehingga semua dokumen sudah siap untuk dibawa ke penandatangan sales and purchase agreement (SPA) bersama Newmont esok hari.
"Ini sudah di meja saya, tinggal tanda tangan. Kan kita mengejar deadline sebelum tanggal 12 nanti," tambahnya.
Menurutnya, porsi rata tersebut dinilai paling proporsional dalam pembelian seluruh saham hasil divestasi perusahaan tambang tersebut.
Total saham yang harus dilepas Newmont sesuai keputusan arbitrase jumlahnya 31 persen. Sebanyak 3 persen tahun 2006, lalu masing-masing 7 persen untuk tahun 2007 hingga 2010.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabatan Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
KPK dan Polisi Kurang Merespons Temuan BPK
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 13:32 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
