IHSG Masih Tersendat-sendat
Rabu, 11/11/2009 08:25 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup merosot cukup besar di saat bursa-bursa regional menghijau. Data pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 4,21% pada triwulan III-2009, yang melebihi ekspektasi analis justru tidak memberikan efek signifikan.
Pada perdagangan Selasa (10/11/2009), IHSG ditutup turun 24,479 poin (1,02%) ke level 2.381,955. Indeks LQ 45 juga melemah 4,507 poin (0,95%) ke level 468,201. IHSG terus meluncur setelah berkali-kali gagal bertahan di level 2.400.
Kelesuan perdagangan diprediksi akan terus berlangsung hingga perdagangan Rabu (11/11/2009) ini. Investor masih sangat berhati-hati setelah melihat bursa-bursa global juga sedang istirahat. IHSG pada perdagangan hari ini diprediksi masih akan bergerak variatif dengan transaksi yang tipis.
Bursa Wall Street tadi malam juga akhirnya mengalami koreksi setelah sebelumnya mencetak kenaikan besar hingga menembus titik tertingginya dalam satu tahun.
Pada perdagangan Selasa (10/11/2009), indeks Dow Jones ditutup hanya menguat tipis 20,03 poin (0,20%) ke level 10.246,97. Indeks Standard & Poor's 500 melemah tipis 0,07 poin (0,01%) ke level 1.093,01 dan Nasdaq melemah 2,98 poin (0,14%) ke level 2.151,08.
Bursa Jepang juga membuka perdagangan hari ini dengan kenaikan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 19,45 poin (0,20%) ke level 9.890,18.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Optima Sekuritas:
IHSG justru melemah 1% ke level 2.381 di saat bursa regional menguat meskipun tipis. Saham BUMI, ASII, BBRI dan BMRI menjadi penyumbang terbesar terhadap penurunan indeks. Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2009 sebesar 4,21% (yoy) belum mampu menjadi katalis positif makin menandakan pelaku pasar masih wait & see bahkan profit taking. Selanjutnya indeks masih flat-melemah di level 2.350-2.410.
Panin Sekuritas:
Sentimen positif dari pengumuman PDB kuartal 3 serta kebijakan G-20 melanjutkan program stimulus gagal mengangkat IHSG pada perdagangan kemarin setelah ditutup melemah -1,02% pada level 2.381,955. aksi jual terhadap saham BUMI menjadi sentimen negatif bagi pasar. Tercatat transaksi pada saham ini mencapai sekitar 33% dari total transaksi perdagangan kemarin. Pasca gagal melanjutkan reboundnya, kami perkirakan indeks hari ini akan bergerak melemah dengan kisaran support-resistance 2.349-2.398.
(qom/qom)
Pada perdagangan Selasa (10/11/2009), IHSG ditutup turun 24,479 poin (1,02%) ke level 2.381,955. Indeks LQ 45 juga melemah 4,507 poin (0,95%) ke level 468,201. IHSG terus meluncur setelah berkali-kali gagal bertahan di level 2.400.
Kelesuan perdagangan diprediksi akan terus berlangsung hingga perdagangan Rabu (11/11/2009) ini. Investor masih sangat berhati-hati setelah melihat bursa-bursa global juga sedang istirahat. IHSG pada perdagangan hari ini diprediksi masih akan bergerak variatif dengan transaksi yang tipis.
Bursa Wall Street tadi malam juga akhirnya mengalami koreksi setelah sebelumnya mencetak kenaikan besar hingga menembus titik tertingginya dalam satu tahun.
Pada perdagangan Selasa (10/11/2009), indeks Dow Jones ditutup hanya menguat tipis 20,03 poin (0,20%) ke level 10.246,97. Indeks Standard & Poor's 500 melemah tipis 0,07 poin (0,01%) ke level 1.093,01 dan Nasdaq melemah 2,98 poin (0,14%) ke level 2.151,08.
Bursa Jepang juga membuka perdagangan hari ini dengan kenaikan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 19,45 poin (0,20%) ke level 9.890,18.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Optima Sekuritas:
IHSG justru melemah 1% ke level 2.381 di saat bursa regional menguat meskipun tipis. Saham BUMI, ASII, BBRI dan BMRI menjadi penyumbang terbesar terhadap penurunan indeks. Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2009 sebesar 4,21% (yoy) belum mampu menjadi katalis positif makin menandakan pelaku pasar masih wait & see bahkan profit taking. Selanjutnya indeks masih flat-melemah di level 2.350-2.410.
Panin Sekuritas:
Sentimen positif dari pengumuman PDB kuartal 3 serta kebijakan G-20 melanjutkan program stimulus gagal mengangkat IHSG pada perdagangan kemarin setelah ditutup melemah -1,02% pada level 2.381,955. aksi jual terhadap saham BUMI menjadi sentimen negatif bagi pasar. Tercatat transaksi pada saham ini mencapai sekitar 33% dari total transaksi perdagangan kemarin. Pasca gagal melanjutkan reboundnya, kami perkirakan indeks hari ini akan bergerak melemah dengan kisaran support-resistance 2.349-2.398.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
