detikfinance

Krisis Listrik

PLN Harus Beri Diskon Tagihan

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Rabu, 11/11/2009 08:44 WIB
Foto: dok detikcom
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta PT PLN (Persero) untuk memberikan insentif lebih kepada para pelanggan yang mengalami pemadaman.

Menurut Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, pemotongan 10 persen dari abonemen tagihan pelanggan sebagai bentuk permintaan maaf yang diberikan PLN dinilai tidak sebanding dengan kerugian yang dialami pelanggan.

Apalagi pemotongan 10 persen tersebut baru diberikan PLN jika pelanggan mengalami pemadaman melebihi tingkat mutu pelayanan yang sudah ditetapkan PLN di masing-masing wilayah.

"Seharusnya PLN kasih insentif lebih kepada konsumen. Misalnya untuk diskon, pemotongannya tidak hanya 10 persen dari abodemen, tapi 10 persen dari tagihan bulanan," ujar Tulus saat berbincang dengan detikFinance, Rabu (11/11/2009).

Ia mencontohkan, bagi pengguna listrik dengan batas daya 1300 KVa untuk pembayaran abonemen tagihan setiap bulan sebesar Rp 40.000.J ika dipotong 10 persen berarti pelanggan hanya memperoleh potongan sebesar Rp 4.000.

"Itu tidak sebanding dengan kerugiannya," ungkapnya

Tulus menilai, insentif itu wajar diberikan mengingat pemadaman yang terjadi di Jakarta dan wilayah lain  disebabkan kelalaian manajemen PLN dan pemerintah. Sebab mereka telah mengetahui adanya overload beban di Gardu Induk, namun mereka membiarkannya begitu saja.

"Ini tidak hanya di Jakarta tapi di seluruh Indonesia. Pembiaran ini dilakukan pemerintah dan PLN. Lalu apa gunanya  dirjen listrik dan Menteri ESDM," tandas Tulus.

Untuk itu, Tulus merasa penambahan infrastruktur distribusi listrik menjadi hal yang sangat mendesak untuk dilakukan.

"Karena dengan begitu overload tidak akan terjadi dan pemadaman dapat dihindari," ungkapnya.



(epi/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.