detikfinance

Bakrie, Pemda NTB, Antam Belum Sepakati Pembagian Saham Newmont

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Rabu, 11/11/2009 09:28 WIB
Tambang Batu Hijau Newmont (dok detikcom)
Jakarta - Trio Pemda Nusa Tenggara Barat (NTB), anak usaha grup Bakrie, Multicapital dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) belum menyepakati soal pembagian divestasi 31% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Ketiga pihak itu akan segera berunding untuk memutuskannya.

"Pagi ini saya akan bertemu Antam untuk membahas masalah ini," ujar Gubernur NTB Zainul Majdi saat berbincang dengan detikFinance, Rabu (11/11/2009)

Seperti diketahui, divestasi saham Newmont jatuh ke Antam sebagai wakil pemerintah dan Pemda NTB yang menggandeng Multicapital yang merupakan anak usaha Bakrie Capital dan Bumi Resources. Bertindak sebagai lead konsorsium adalah Pemda NTB.

"Pada prinsipnya Sharing kami (Pemda) tidak boleh kurang tidak boleh lebih. Kami tawarkan mekanismenya sama seperti yang kami tawarkan ke Multicapital untuk divestasi 10 persen saham newmont jatah Pemda NTB," jelas Zainul.

Ia menjelaskan, untuk sisa 21 persen saham saham Newmont merupakan jatah tahun 2008 hingga 2010. Jika 21% itu diumpakan sebagai 100%, maka Pemda NTB diharapkan bisa memiliki 25% dan sisanya 75% dibagi dua antara Multicapital dan Antam. Pemda NTB juga menuntut pemberian dividen.

"Sama seperti yang divestasi 10 persen, dimana Multicapital membayar dividen sebesar US$ 4 juta kepada Pemda NTB. Dalam divestasi 21 persen ini, Multicapital dan Antam harus membayar dividen sebesar US$ 8,4
juta dan itu mereka bagi dua," urainya.

Mengenai keinginan Antam untuk menggandeng PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), Pemda NTB menyerahkannya kepada BUMN yang bersangkutan.

Seperti diketahui, sesuai kontrak karya, NNT diwajibkan mendivestasikan 51 persen saham asingnya ke pihak nasional. Saat ini, sebanyak 20 persen sudah dikuasai nasional melalui Pukuafu, sehingga NNT mesti mendivestasikan 31 persen sisanya.

Sesuai keputusan arbitrase pada 31 Maret 2009, proses divestasi saham NNT tahun 2006 sebesar tiga persen, 2007 sebanyak tujuh persen, dan 2008 tujuh persen, 2009 tujuh persen dan 2010 7 persen atau secara total dari 2006-2010 sebesar 31%.

Dalam divestasi 10% saham divestasi tahun 2006 dan 2007 yang menjadi jatah Pemda NTB disepakati harganya sebesar US$ 391 juta. Dalam pembelian saham Newmont kali ini, Pemda NTB membentuk PT Daerah Maju Bersaing (DMB) yang merupakan BUMN milik tiga Pemda di NTB. Dalam eksekusinya, PT DMB menggandeng Multicapital, salah satu anak usaha Bumi Recources dan Bakrie Capital sebagai penyandang dana. SPA antara Newmont dan Pemda NTB telah diteken pada Jumat 6 November 2009 lalu.

Sedangkan 14 persen saham divestasi 2008 dan 2009 yang menjadi jatah pemerintah pusat dilepas pada harga US$ 493,64 juta atau setara Rp 5 triliun. Pemda dan pemerintah pusat telah sepakat untuk melakukan pembelian saham Newmont secara bersama.




(epi/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?