KIK EBA Jilid Dua Meluncur Rp 360 Miliar
Rabu, 11/11/2009 10:59 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Produk sekuritisasi kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) jilid dua meluncur di Bursa Efek Indonesia (BEI). Seri ini bernama DSMF02 KPR BTN dengan nilai Rp 360 miliar dengan tingkat bunga 11% per tahun.
Menurut Direktur Utama PT Sarana Multiguna Financial (SMF) Erica Soeroto, KIK EBA DSMF02 berkelas A juga tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), hingga dapat diperdagangkan di antara investor melalui mekanisme transaksi yang disediakan BEI.
"Jumlah yang dicatatkan adalah Rp 360 miliar, dengan bunga 11% p.a. dan kupon 3 bulanan amortisasi," jelas Erica dalam press conference di gedung BEI Kawasan SCBD Jakarta Rabu (11/11/2009).
Ditambahkannya, investor yang akan membeli KIK EBA adalah dana pensiun, institusi dan ritel. Rating DSMF 02-KPR pun tercatat AAA.
Efek seri I (DSMF-01) sebelumnya, telah tercatat di BEI pada 12 Februari 2009, dengan nilai Rp 100 miliar dan tingkat penghasilan tetap. Efek sebelumnya, berkode Danareksa SMF I-KPR BTN, karena dikelola Danareksa Investment Management dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI).
Tingkat bunga efek Danareksa SMF I-KPR BTN, kala itu ditetapkan 13% per tahun dengan durasi tertimbang 2,6 tahun. Peringkat efek adalah Aaa.id dari Moody's.
Total dana hasil surat utang ini Rp 500 miliar. Setelah ditambahkan seri 01 dan 02, SMF juga menerbitkan efek kelas B sebesar Rp31 miliar. Efek ini tidak akan diperingkat dan tidak diperdagangkan di BEI. Efek akan dibeli BTN, sekaligus sebagai pendukung kredit dengan cara subordinasi atas efek kelas A.
Total surat utang, dijaminkan dari 29,5 ribu total nasabah BTN. Diharapkan dengan penerbitan KIK EBA, maka ekspansi kredit BTN dapat terus berjalan, namun tanpa menggangu keuangan perseroan.
"Kan nilai hutang di underlying oleh sejumlah nasabah yang ada di BTN. Dan kami memberikan likuiditas kepada mereka, dengan menerbitkan obligasi. Mudah-mudahan semua dapat terserap pasar," terang Erica.
(dro/dro)
Menurut Direktur Utama PT Sarana Multiguna Financial (SMF) Erica Soeroto, KIK EBA DSMF02 berkelas A juga tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), hingga dapat diperdagangkan di antara investor melalui mekanisme transaksi yang disediakan BEI.
"Jumlah yang dicatatkan adalah Rp 360 miliar, dengan bunga 11% p.a. dan kupon 3 bulanan amortisasi," jelas Erica dalam press conference di gedung BEI Kawasan SCBD Jakarta Rabu (11/11/2009).
Ditambahkannya, investor yang akan membeli KIK EBA adalah dana pensiun, institusi dan ritel. Rating DSMF 02-KPR pun tercatat AAA.
Efek seri I (DSMF-01) sebelumnya, telah tercatat di BEI pada 12 Februari 2009, dengan nilai Rp 100 miliar dan tingkat penghasilan tetap. Efek sebelumnya, berkode Danareksa SMF I-KPR BTN, karena dikelola Danareksa Investment Management dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI).
Tingkat bunga efek Danareksa SMF I-KPR BTN, kala itu ditetapkan 13% per tahun dengan durasi tertimbang 2,6 tahun. Peringkat efek adalah Aaa.id dari Moody's.
Total dana hasil surat utang ini Rp 500 miliar. Setelah ditambahkan seri 01 dan 02, SMF juga menerbitkan efek kelas B sebesar Rp31 miliar. Efek ini tidak akan diperingkat dan tidak diperdagangkan di BEI. Efek akan dibeli BTN, sekaligus sebagai pendukung kredit dengan cara subordinasi atas efek kelas A.
Total surat utang, dijaminkan dari 29,5 ribu total nasabah BTN. Diharapkan dengan penerbitan KIK EBA, maka ekspansi kredit BTN dapat terus berjalan, namun tanpa menggangu keuangan perseroan.
"Kan nilai hutang di underlying oleh sejumlah nasabah yang ada di BTN. Dan kami memberikan likuiditas kepada mereka, dengan menerbitkan obligasi. Mudah-mudahan semua dapat terserap pasar," terang Erica.
(dro/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
