Artha Prima Finance Bidik Penjualan Rp 1 Triliun
Rabu, 11/11/2009 11:54 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Perusahaan pembiayaan PT Artha Prima Finance (Artha Prima) menargetkan penjualan diatas Rp 1 triliun pada tahun 2010 atau meningkat 38 % dibandingkan dengan target tahun 2009.
Sampai dengan bulan Oktober 2009, Artha Prima telah merealisasikan penjualan sebesar Rp 624 miliar dari total target akhir tahun 2009 sebesar Rp 750 miliar.
Demikian dikatakan oleh Direktur Utama Artha Prima Junus Elim Leatemia dalam acara Paparan Kinerja 5 Tahun Artha Prima Finance & Strategi Bisnis 2010 di Financial Hall, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
"Dengan support dari institusi perbankan nasional sebanyak 18 bank seperti Bank BNI, Bank Permata dan Bank ICB Bumiputera, Artha Prima menargetkan penjualan tahun 2010 diatas Rp 1 triliun," jelasnya.
Junus mengatakan, untuk merealisasikan rencana bisnis tahun depan perseroan masih harus membutuhkan pendanaan sebesar Rp 687 miliar.
"Proyeksi penjualan kita sebesar Rp 1 triliun, untuk dana sendiri (modal sendiri) sebesar Rp 82 miliar sehingga kebutuhan pendaanaan sekitar Rp 952 miliar namun plafon (undisbursed loan) yang masih tersedia sebesar Rp 265 miliar. Jadi kita hanya memerlukan dana sekitar Rp 687 miliar yang rencananya diperoleh dari pinjaman bank," paparnya.
Junus memaparkan sampai dengan bulan Oktober 2009, penjualan Artha Prima fokus kepada produk kendaraan bekas komersial. Untuk truk, lanjut Junus, penjualan sebesar Rp 360 miliar kemudian mini bus Rp 108 miliar, pickup Rp 96 miliar, angkot Rp 15 miliar dan kendaraan lain Rp 45 miliar.
"Selain itu sampai dengan bulan Oktober 2009, Artha Prima telah membukukan laba bersih sebesar Rp 26,2 miliar atau meningkat 90,71 % dari bulan Desember 2008 yang hanya sebesar Rp 13,7 miliar," katanya.
Sementara itu, Rasio Kredit Bermasalah (NPL) per Oktober 2009 tercatat sebesar 0,54 % dan Junus mengatakan di tahun 2010 NPL tetap akan terjaga di bawah 1 persen.
Lebih lanjut Junus mengatakan bahwa perseroan optimistis tahun 2010 dapat sesuai dengan target. "Asumsinya yakni sesuai pertumbuhan perekonomian nasional yang relatif stabil dan inflasi yang terkendali. Ditambah dengan indikator BI Rate dan tingkat suku bunga kredit pada tingkat yang stabil," tuturnya.
Lalu, sambung Junus, tersedianya sumber dana dari perbankan dan daya beli masyarakat yang cenderung meningkat.
"Tidak lupa dukungan dan perhatian dari pemerintah terhadap kelangsungan industri pembiayaan," pungkasnya.
(dru/dro)
Sampai dengan bulan Oktober 2009, Artha Prima telah merealisasikan penjualan sebesar Rp 624 miliar dari total target akhir tahun 2009 sebesar Rp 750 miliar.
Demikian dikatakan oleh Direktur Utama Artha Prima Junus Elim Leatemia dalam acara Paparan Kinerja 5 Tahun Artha Prima Finance & Strategi Bisnis 2010 di Financial Hall, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
"Dengan support dari institusi perbankan nasional sebanyak 18 bank seperti Bank BNI, Bank Permata dan Bank ICB Bumiputera, Artha Prima menargetkan penjualan tahun 2010 diatas Rp 1 triliun," jelasnya.
Junus mengatakan, untuk merealisasikan rencana bisnis tahun depan perseroan masih harus membutuhkan pendanaan sebesar Rp 687 miliar.
"Proyeksi penjualan kita sebesar Rp 1 triliun, untuk dana sendiri (modal sendiri) sebesar Rp 82 miliar sehingga kebutuhan pendaanaan sekitar Rp 952 miliar namun plafon (undisbursed loan) yang masih tersedia sebesar Rp 265 miliar. Jadi kita hanya memerlukan dana sekitar Rp 687 miliar yang rencananya diperoleh dari pinjaman bank," paparnya.
Junus memaparkan sampai dengan bulan Oktober 2009, penjualan Artha Prima fokus kepada produk kendaraan bekas komersial. Untuk truk, lanjut Junus, penjualan sebesar Rp 360 miliar kemudian mini bus Rp 108 miliar, pickup Rp 96 miliar, angkot Rp 15 miliar dan kendaraan lain Rp 45 miliar.
"Selain itu sampai dengan bulan Oktober 2009, Artha Prima telah membukukan laba bersih sebesar Rp 26,2 miliar atau meningkat 90,71 % dari bulan Desember 2008 yang hanya sebesar Rp 13,7 miliar," katanya.
Sementara itu, Rasio Kredit Bermasalah (NPL) per Oktober 2009 tercatat sebesar 0,54 % dan Junus mengatakan di tahun 2010 NPL tetap akan terjaga di bawah 1 persen.
Lebih lanjut Junus mengatakan bahwa perseroan optimistis tahun 2010 dapat sesuai dengan target. "Asumsinya yakni sesuai pertumbuhan perekonomian nasional yang relatif stabil dan inflasi yang terkendali. Ditambah dengan indikator BI Rate dan tingkat suku bunga kredit pada tingkat yang stabil," tuturnya.
Lalu, sambung Junus, tersedianya sumber dana dari perbankan dan daya beli masyarakat yang cenderung meningkat.
"Tidak lupa dukungan dan perhatian dari pemerintah terhadap kelangsungan industri pembiayaan," pungkasnya.
(dru/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabatan Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
KPK dan Polisi Kurang Merespons Temuan BPK
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 13:32 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
