detikfinance

NPL Sektor Energi Susut Tajam

Nurul Qomariyah - detikfinance
Rabu, 11/11/2009 11:54 WIB
Jakarta - Kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) sektor energi di perbankan nasional mengalami penurunan besar. Hal ini berbeda dengan sektor-sektor lain yang justru seluruhnya mengalami kenaikan kredit bermasalah.

Menurut data Statistik Perbankan Nasional yang dikutip detikFinance, Rabu (11/11/2009), sektor energi yakni pertambangan serta listrik, gas dan air seluruhnya mencatat penurunan kredit bermasalah masing-masing 16% dan 51% hingga akhir September 2009.

Berikut rincian NPL per sektor di perbankan nasional:

Sektor September 2008 September 2009 Naik/Turun
Pertanian Rp 1,901 triliun Rp 2,768 triliun Naik 45%
Pertambangan Rp 700 miliar Rp 583 miliar Turun 16%
Perindustrian Rp 14,623 triliun Rp 15,552 triliun Naik 6%
Listrik, gas dan air Rp 29 miliar Rp 14 miliar  Turun 51%
Konstruksi Rp 2,091 triliun Rp 3,145 triliun Naik 50%
Perdagangan, restoran dan hotel Rp 8,205 triliun Rp 12,729 triliun Naik 55%
Pengangkutan Rp 1,451 triliun Rp 1,786 triliun Naik 23%
Jasa Dunia Usaha Rp 2,421 triliun Rp 3,797 triliun Naik 56%
Jasa Sosial Rp 363 miliar Rp 863 miliar Naik 137%
Lain-lain Rp 9,584 triliun Rp 10,733 triliun Naik 11%


(qom/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.