Kadin: Penetapan Tarif Listrik di Indonesia Tidak Rasional
Rabu, 11/11/2009 14:50 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai penetapan tarif listrik di Indonesia dilakukan secara tidak rasional, bertolak belakang dengan penetapan tarif di negara-negara lain.
Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Kadin Bidang Distribusi, Logistik dan Perdagangan Benny Soetrisno dalam acara rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR-RI, Rabu (11/11/2009).
Benny menjelaskan selain pasokan listrik yang kurang, tarif listrik di Indonesia sangat tidak rasional. Hal ini ditandai dengan penerapan tarif yang lebih mahal untuk sektor produktif (industri) sedangkan pengguna konsumsi (rumah tangga) lebih murah.
Selain itu, ketidakrasionalan penetapan tarif ini juga ditandai dengan adanya tarif yang mahal bagi pelanggan yang membeli daya listrik lebih banyak. Sedangkan pelanggan yang membeli dalam jumlah sedikit justru lebih murah.
"Kita minta soal tarif listrik ini dirasionalkan," kata Benny.
Ia mencontohkan penetapan tarif listrik di negara-negara industri sangat berpihak pada sektor produktif (industri) misalnya Korea Selatan yang menerapkan 6 sen per Kwh dengan tarif plate . Sedangkan di Indonesia tarif listrik untuk industri mencapai 6-13 sen per Kwh.
(hen/dnl)
Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Kadin Bidang Distribusi, Logistik dan Perdagangan Benny Soetrisno dalam acara rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR-RI, Rabu (11/11/2009).
Benny menjelaskan selain pasokan listrik yang kurang, tarif listrik di Indonesia sangat tidak rasional. Hal ini ditandai dengan penerapan tarif yang lebih mahal untuk sektor produktif (industri) sedangkan pengguna konsumsi (rumah tangga) lebih murah.
Selain itu, ketidakrasionalan penetapan tarif ini juga ditandai dengan adanya tarif yang mahal bagi pelanggan yang membeli daya listrik lebih banyak. Sedangkan pelanggan yang membeli dalam jumlah sedikit justru lebih murah.
"Kita minta soal tarif listrik ini dirasionalkan," kata Benny.
Ia mencontohkan penetapan tarif listrik di negara-negara industri sangat berpihak pada sektor produktif (industri) misalnya Korea Selatan yang menerapkan 6 sen per Kwh dengan tarif plate . Sedangkan di Indonesia tarif listrik untuk industri mencapai 6-13 sen per Kwh.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
