Pemerintah Tak Mau Campuri Mundurnya Antam Dari Newmont
Rabu, 11/11/2009 15:18 WIB
Foto: Tambang Antam
Jakarta - Pemerintah tak mau melakukan intervensi dalam mundurnya PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dari konsorsium divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara.
Demikian disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
"Tidak ada intervensi dari pemerintah pusat, Antam diberikan kesempatan bahkan Antam untuk business to business-nya dipersilakan, kita tidak ikut campur," tutur Hatta.
Hatta mengatakan, dirinya belum mengetahui batalnya Antam membeli saham divestasi Newmont bersama konsorsium Pemda NTB dan Multicapital. "Nanti saya tanya Menteri ESDM soal itu," ujarnya.
Sementara itu di tempat terpisah, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengatakan pemerintah menghormati proses berlangsungnya divestasi saham Newmont, apapun keputusan yang terjadi.
"Pemerintah harus adil kepada setiap investor, dengan memperhatikan tahapan-tahapan yang sudah menjadi keputusan arbitrase," ujar Darwin dalam pesan singkatnya kepada detikFinance.
Antam menyatakan minatnya bergabung dalam konsorsium untuk 31 persen saham Newmont. Dari jumlah tersebut Antam meminta 50 persen dan konsorsium Pemda NTB dan Multicapital 50 persen atau artinya masing-masing 15,5 persen. Namun Pemda NTB sebagai pemimpin konsorsium tidak mengabulkan niat Antam tersebut.
Pemda NTB sebagai pemimpin untuk pembelian saham hanya menawarkan kepada Antam 37,5 persen saham divestasi Newmont tahun 2006-2010, 25 persen Pemda, dan
37,5 persen multicapital dari total 31%.
Dengan mundurnya Antam maka Multicapital anak usaha Bakrie Capital dan Bumi Resources (BUMI) mendapatkan jatah terbesar dari divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara. Multicapital akhirnya mendapatkan 75% dari 14% jatah divestasi Newmont tahun 2008 dan 2009.
(dnl/qom)
Demikian disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
"Tidak ada intervensi dari pemerintah pusat, Antam diberikan kesempatan bahkan Antam untuk business to business-nya dipersilakan, kita tidak ikut campur," tutur Hatta.
Hatta mengatakan, dirinya belum mengetahui batalnya Antam membeli saham divestasi Newmont bersama konsorsium Pemda NTB dan Multicapital. "Nanti saya tanya Menteri ESDM soal itu," ujarnya.
Sementara itu di tempat terpisah, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengatakan pemerintah menghormati proses berlangsungnya divestasi saham Newmont, apapun keputusan yang terjadi.
"Pemerintah harus adil kepada setiap investor, dengan memperhatikan tahapan-tahapan yang sudah menjadi keputusan arbitrase," ujar Darwin dalam pesan singkatnya kepada detikFinance.
Antam menyatakan minatnya bergabung dalam konsorsium untuk 31 persen saham Newmont. Dari jumlah tersebut Antam meminta 50 persen dan konsorsium Pemda NTB dan Multicapital 50 persen atau artinya masing-masing 15,5 persen. Namun Pemda NTB sebagai pemimpin konsorsium tidak mengabulkan niat Antam tersebut.
Pemda NTB sebagai pemimpin untuk pembelian saham hanya menawarkan kepada Antam 37,5 persen saham divestasi Newmont tahun 2006-2010, 25 persen Pemda, dan
37,5 persen multicapital dari total 31%.
Dengan mundurnya Antam maka Multicapital anak usaha Bakrie Capital dan Bumi Resources (BUMI) mendapatkan jatah terbesar dari divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara. Multicapital akhirnya mendapatkan 75% dari 14% jatah divestasi Newmont tahun 2008 dan 2009.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
