PLN Butuh Rp 32 Triliun Untuk Penuhi Listrik Nasional
Rabu, 11/11/2009 15:44 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - PT PLN (Persero) membutuhkan investasi sebesar Rp 32 triliun untuk memenuhi kebutuhan listrik secara nasional di tahun 2010.
Hal ini disampaikan Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar saat ditemui di Kantor Kementerian Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
Menurut Fahmi, dana tersebut untuk memenuhi biaya operasional PLN dalam rangka pemenuhan kebutuhan listrik, sehingga pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6% pada tahun 2010. Perhitungan tersebut sudah disampaikan pihak PLN kepada pemerintah.
"Itu untuk berbagai hal, pembangkit, transmisi, distribusi supaya kebutuhan kita terpenuhi. Pertumbuhan ekonomi kan 4%, kalau ekonomi mau tambah hingga 6% maka listrik harus tambah 9%. Kita butuh Rp 32 triliun untuk 2010 saja," ujar Fahmi.
Sementara untuk memenuhi kebutuhan listrik di Jakarta saja, tambah Fahmi, dibutuhkan investasi sebesar Rp 4,6 triliun untuk mengatasi hambatan di gardu induk dan transmisi.
"Ini kan kondisi force mayor bagi PLN dan memang harus kita siapkan untuk perbaiki sistem Jakarta supaya lebih andal kita lakukan perhitungan sekitar Rp 4,6 triliun untuk kebutuhan Jakarta karena sekarang terjadi bottleneck di gardu induk dan transmisi," jelas Fahmi.
Fahmi menyesalkan keadaan listrik di Indonesia saat ini. Menurutnya keadaan tersebut terjadi karena PLN sudah lama menambah investasinya. Fahmi berharap dana kebutuhan investasi PLN bisa ditutup dari APBN, kredit ekspor, dan pinjaman lunak.
"Ada APBN, kredit ekspor, dan soft loan . Memang selama ini PLN sudah cukup lama tidak lakukan investasi. Inilah dampaknya," tegas Fahmi.
Di tempat yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan perhitungan mengenai dana permintaan PLN untuk memperbaiki sistemnya ini sedang dalam pembahasan. Namun, Hatta menegaskan akan menyelesaikan masalah PLN ini secepatnya.
"Perhitungannya sedang dibicarakan. Kita itu bicara secara nasional. Shortage -nya berapa, kita tidak ingin ada blackout , atau ada pemadaman secara nasional. Kita cari bagaimana cara menanganinya. Kita selesaikan dulu. Saya sudah minta secara maraton diselesaikan. Kita atasi dengan cukup serius dan terukur. Hari kamis nanti akan kami sampaikan," ujar Hatta.
(nia/dnl)
Hal ini disampaikan Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar saat ditemui di Kantor Kementerian Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
Menurut Fahmi, dana tersebut untuk memenuhi biaya operasional PLN dalam rangka pemenuhan kebutuhan listrik, sehingga pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6% pada tahun 2010. Perhitungan tersebut sudah disampaikan pihak PLN kepada pemerintah.
"Itu untuk berbagai hal, pembangkit, transmisi, distribusi supaya kebutuhan kita terpenuhi. Pertumbuhan ekonomi kan 4%, kalau ekonomi mau tambah hingga 6% maka listrik harus tambah 9%. Kita butuh Rp 32 triliun untuk 2010 saja," ujar Fahmi.
Sementara untuk memenuhi kebutuhan listrik di Jakarta saja, tambah Fahmi, dibutuhkan investasi sebesar Rp 4,6 triliun untuk mengatasi hambatan di gardu induk dan transmisi.
"Ini kan kondisi force mayor bagi PLN dan memang harus kita siapkan untuk perbaiki sistem Jakarta supaya lebih andal kita lakukan perhitungan sekitar Rp 4,6 triliun untuk kebutuhan Jakarta karena sekarang terjadi bottleneck di gardu induk dan transmisi," jelas Fahmi.
Fahmi menyesalkan keadaan listrik di Indonesia saat ini. Menurutnya keadaan tersebut terjadi karena PLN sudah lama menambah investasinya. Fahmi berharap dana kebutuhan investasi PLN bisa ditutup dari APBN, kredit ekspor, dan pinjaman lunak.
"Ada APBN, kredit ekspor, dan soft loan . Memang selama ini PLN sudah cukup lama tidak lakukan investasi. Inilah dampaknya," tegas Fahmi.
Di tempat yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan perhitungan mengenai dana permintaan PLN untuk memperbaiki sistemnya ini sedang dalam pembahasan. Namun, Hatta menegaskan akan menyelesaikan masalah PLN ini secepatnya.
"Perhitungannya sedang dibicarakan. Kita itu bicara secara nasional. Shortage -nya berapa, kita tidak ingin ada blackout , atau ada pemadaman secara nasional. Kita cari bagaimana cara menanganinya. Kita selesaikan dulu. Saya sudah minta secara maraton diselesaikan. Kita atasi dengan cukup serius dan terukur. Hari kamis nanti akan kami sampaikan," ujar Hatta.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
