SPA Divestasi 14% Saham Newmont Terhambat Surat
Rabu, 11/11/2009 17:48 WIB
Tambang Batu Hijau Newmont (dok detikcom)
Jakarta - Penandatanganan perjanjian jual beli (Sales and Purchase Agreement/SPA) terhambat surat keputusan dari pemerintah mengenai siapa yang akan menjadi pembeli 14 persen divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT).
"Kita masih menunggu petunjuk dari pemerintah siapa yang mau beli ini (14 persen saham Newmont)," ujar Direktur Utama PT Newmont Pasific Nusantara, Martiono Hadianto.
Ia menyampaikan hal tersebut di sela pertemuan antara Pemda NTB dengan Newmont di Wisma Pemda NTB, Jalan Garut No.5, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
Martiono menyatakan hingga saat ini siapa yang akan menjadi pembeli 14 persen saham divestasi PTNNT masih belum jelas. Ia menjelaskan, berdasarkan surat dari Menteri Keuangan pada bulan Agustus lalu disebutkan bahwa pemerintah pusat akan mengambil 14 persen saham tersebut.
Dan baru-baru ini, pihaknya menerima surat dari Departemen ESDM yang berisikan bahwa pemerintah pusat telah menunjuk Pemda Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi lead (koordinator) dalam proses divestasi
14 persen saham Newmont.
"Koordinator dengan pembeli itukan beda. Jadi berarti surat itu harus dicabut. Diganti dengan surat baru karena urusan ini kita tidak mau salah. Kalau untuk yang 10 persenkan jelas sekali itu pembelinya Pemda NTB," paparnya.
(epi/qom)
"Kita masih menunggu petunjuk dari pemerintah siapa yang mau beli ini (14 persen saham Newmont)," ujar Direktur Utama PT Newmont Pasific Nusantara, Martiono Hadianto.
Ia menyampaikan hal tersebut di sela pertemuan antara Pemda NTB dengan Newmont di Wisma Pemda NTB, Jalan Garut No.5, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
Martiono menyatakan hingga saat ini siapa yang akan menjadi pembeli 14 persen saham divestasi PTNNT masih belum jelas. Ia menjelaskan, berdasarkan surat dari Menteri Keuangan pada bulan Agustus lalu disebutkan bahwa pemerintah pusat akan mengambil 14 persen saham tersebut.
Dan baru-baru ini, pihaknya menerima surat dari Departemen ESDM yang berisikan bahwa pemerintah pusat telah menunjuk Pemda Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi lead (koordinator) dalam proses divestasi
14 persen saham Newmont.
"Koordinator dengan pembeli itukan beda. Jadi berarti surat itu harus dicabut. Diganti dengan surat baru karena urusan ini kita tidak mau salah. Kalau untuk yang 10 persenkan jelas sekali itu pembelinya Pemda NTB," paparnya.
(epi/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
