Bisa Picu Inflasi, Pemerintah Jangan Genjot Anggaran Habis-habisan
Rabu, 11/11/2009 18:42 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pemerintah tidak perlu menggenjot habis-habisan anggaran belanja negara di akhir tahun karena akan menimbulkan dampak inflatoir (penyebab inflasi) akibat besarnya dana yang digelontorkan.
Hal ini dijelaskan pengamat ekonomi Sustainable Development Indonesia (SDI) Dradjad Wibowo saat dihubungi wartawan sore ini (11/11/2009).
Berdasarkan data Departemen Keuangan, realisasi belanja negara baru terserap 68% dari Rp 1.000,8 triliun atau sebesar Rp 680,1 sedangkan realisasi belanja infrastruktur negara baru terserap 36,2% dari jumlah anggaran sebesar Rp 12,2 triliun atau sebesar Rp 4,4 triliun. Menurut Dradjad, suatu hal yang tidak mungkin untuk membelanjakan anggaran yang tersisa dalam waktu 2 bulan.
"Ini kalau dalam 2 bulan dipaksakan dibelanjakan tidak masuk akal karena akan menimbulkan dampak inflatoir dan hasilnya jadi tidak efektif," ujar Dradjad.
Dradjad menjelaskan kalau penerimaan dan belanja negara meleset dari target dari APBN maka akan menimbulkan masalah. "Sudah penerimaan meleset justru kok belanja digenjot seharusnya belanja tidak perlu dipaksakan karena bisa inflatoir tadi," jelas Drajad.
Jika inflasi naik, tambah Dradjad, maka akan memicu kenaikan BI Rate, padaha, untuk menggerakkan perekonomian dibutuhkan suku bunga rendah agar para pengusaha bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga rendah oleh bank.
"Kalau belanja negara digenjot di akhir tahun akan menimbulkan inflatoir . Ini justru mempercepat kenaikan suku bunga dari yang diharapkan. Padahal kita sekarang lagi butuh suku bunga yang rendah," paparnya.
Oleh karena itu, Dradjad menyarankan agar pemerintah tidak memaksakan diri untuk menggenjot belanja tetapi menggenjot defisit. Dengan difisit yang rendah, akan berpotensi adanya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang menjadi sumber pembiayaan pada 2010.
"Jadi sebaiknya memaksakan diri sehingga defisit tidak perlu terlalu tinggi. Dengan adanya defisit yang rendah tapi pembiayaan terlanjut penuh memang ada potensi terjadi SILPA. Ini bisa sebagai sumber pembiayaan di 2010," jelas Dradjad.
(nia/dnl)
Hal ini dijelaskan pengamat ekonomi Sustainable Development Indonesia (SDI) Dradjad Wibowo saat dihubungi wartawan sore ini (11/11/2009).
Berdasarkan data Departemen Keuangan, realisasi belanja negara baru terserap 68% dari Rp 1.000,8 triliun atau sebesar Rp 680,1 sedangkan realisasi belanja infrastruktur negara baru terserap 36,2% dari jumlah anggaran sebesar Rp 12,2 triliun atau sebesar Rp 4,4 triliun. Menurut Dradjad, suatu hal yang tidak mungkin untuk membelanjakan anggaran yang tersisa dalam waktu 2 bulan.
"Ini kalau dalam 2 bulan dipaksakan dibelanjakan tidak masuk akal karena akan menimbulkan dampak inflatoir dan hasilnya jadi tidak efektif," ujar Dradjad.
Dradjad menjelaskan kalau penerimaan dan belanja negara meleset dari target dari APBN maka akan menimbulkan masalah. "Sudah penerimaan meleset justru kok belanja digenjot seharusnya belanja tidak perlu dipaksakan karena bisa inflatoir tadi," jelas Drajad.
Jika inflasi naik, tambah Dradjad, maka akan memicu kenaikan BI Rate, padaha, untuk menggerakkan perekonomian dibutuhkan suku bunga rendah agar para pengusaha bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga rendah oleh bank.
"Kalau belanja negara digenjot di akhir tahun akan menimbulkan inflatoir . Ini justru mempercepat kenaikan suku bunga dari yang diharapkan. Padahal kita sekarang lagi butuh suku bunga yang rendah," paparnya.
Oleh karena itu, Dradjad menyarankan agar pemerintah tidak memaksakan diri untuk menggenjot belanja tetapi menggenjot defisit. Dengan difisit yang rendah, akan berpotensi adanya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang menjadi sumber pembiayaan pada 2010.
"Jadi sebaiknya memaksakan diri sehingga defisit tidak perlu terlalu tinggi. Dengan adanya defisit yang rendah tapi pembiayaan terlanjut penuh memang ada potensi terjadi SILPA. Ini bisa sebagai sumber pembiayaan di 2010," jelas Dradjad.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
