Menneg BUMN Minta Antam Tidak Mundur Beli Saham Newmont
Rabu, 11/11/2009 19:50 WIB
Foto: Tambang Newmont
Jakarta - Meskipun PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sudah mengeluarkan pernyataan resmi mundur dari konsorsium pembelian divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara, namun pemerintah ingin Antam ikut kembali.
Demikian disampaikan oleh Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
"Kita menunggu arahan Menkeu besok. Tapi kami mengharapkan Antam bisa ikut kembali," ujarnya.
Menurut Mustafa, Antam belum batal hanya saja belum tercapai kesepakatan antara Antam dengan Pemda NTB sebagai lead konsorsium divestasi saham Newmont.
"Jadi sementara ini belum tercapai kesepakatan antara Antam dengan Pemda (NTB). Karena sampai sekarang belum ada formula yang disepakati, kita menyerahkan kembali kepada Menteri Keuangan untuk menentukan langkah selanjutnya," tuturnya.
Mustafa mengatakan, besok dirinya akan segera meminta arahan Menteri Keuangan Sri Mulyani, karena besok adalah batas waktu penandatanganan SPA (Sales Purchase Agreement ) pembelian divestasi saham Newmont.
"Jadi Antam kan sudah menilai tingkat keekonomiannya kalau di bawah dari yang diharapkan ternyata tidak bisa. Kemudian kita serahkan ke Menkeu, nanti terserah Menkeu, otoritas yang lebih kompeten untuk pemerintah pusat apa arahan selanjutnya," kata Mustafa.
(dnl/dro)
Demikian disampaikan oleh Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
"Kita menunggu arahan Menkeu besok. Tapi kami mengharapkan Antam bisa ikut kembali," ujarnya.
Menurut Mustafa, Antam belum batal hanya saja belum tercapai kesepakatan antara Antam dengan Pemda NTB sebagai lead konsorsium divestasi saham Newmont.
"Jadi sementara ini belum tercapai kesepakatan antara Antam dengan Pemda (NTB). Karena sampai sekarang belum ada formula yang disepakati, kita menyerahkan kembali kepada Menteri Keuangan untuk menentukan langkah selanjutnya," tuturnya.
Mustafa mengatakan, besok dirinya akan segera meminta arahan Menteri Keuangan Sri Mulyani, karena besok adalah batas waktu penandatanganan SPA (Sales Purchase Agreement ) pembelian divestasi saham Newmont.
"Jadi Antam kan sudah menilai tingkat keekonomiannya kalau di bawah dari yang diharapkan ternyata tidak bisa. Kemudian kita serahkan ke Menkeu, nanti terserah Menkeu, otoritas yang lebih kompeten untuk pemerintah pusat apa arahan selanjutnya," kata Mustafa.
(dnl/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabatan Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
KPK dan Polisi Kurang Merespons Temuan BPK
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 13:32 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
