Menneg BUMN Pakai Gaya Memimpin Aceh untuk Genjot Kinerja PLN
Kamis, 12/11/2009 10:36 WIB
Mustafa Abubakar (Foto: dok detikFinance)
Jakarta - Menneg BUMN Mustafa Abubakar mendesak semua jajaran PLN mengerahkan semua tenaga untuk mengatasi krisis listrik di Jakarta saat ini.
Diantaranya dengan mencari celah-celah peluang sekecilpun sebagai upaya mengatasi krisis listrik jangka pendek dalam menghemat penggunaan listrik dengan secepat-cepatnya tanpa menunda-menunda.
"Saya memimpin Aceh dengan seperti ini (tak menunda), berdosa kita pada masyarakat, industri pun terganggu," tegas Mustafa dalam kunjungannya di Gardu Cawang bersama petinggi PLN di, Jakarta, Kamis (12/11/2009).
Kalimat itu ia lontarkan saat salah satu petinggi PLN Distribusi Jakarta, meminta waktu hingga berminggu-minggu untuk memasang alat plafon penggunaan listrik rumah tangga dalam rangka menghemat penggunaan listrik.
"Jadi 10 hari harus selesai, ini saya catat nanti tanggal 22 saya datangi lagi," tegas Mustafa dengan penuh penekanan.
Ia mengibaratkan krisis listrik saat ini seperti dalam kondisi darurat perang sehingga perlu kerja sangat keras, tanpa harus menunda-menunda.
"Ini tugas, jangan dianggap beban," ucap Mustafa di depan jajaran petinggi PLN.
Mustafa juga akan melakukan berbagai koordinasi dengan Pertamina dalam rangka memenuhi kebutuhan pasokan gas bagi pembangkit-pembangkit listrik di Jakarta yaitu Tanjung Priok dan Muara Karang yang masih mengalami pasokan gas yang kurang.
Hal ini untuk memaksimalkan kapasitas listrik di Jakarta misalnya PLTGU Muara Karang dari posisi saat ini yang hanya berkapasitas 600 MW akan ditingkatkan menjadi 700-800 MW dan PLGU Tanjung Priok akan ditingkat dari 900 MW menjadi 1500 MW dengan adanya tambahan pasokan gas dari Pertamina.
Mustafa juga menekankan kepada jajaran PLN untuk terus aktif melakukan himbauan kepada masyarakat dalam menggunakan penghematan listrik. Terutama pada saat-saat beban puncak yang terjadi pada pukul 11.00 sampai 17.00.
Dikatakannya celah-celah untuk menghemat beban listrik bisa dilakukan dengan melakukan pendekatan dengan pelaku industri terkait penggunaan genset, mal-mal, rumah tangga, mengurangi pencurian listrik dan lain-lain. Sehingga krisis listrik di Jakarta bisa segera dilewati.
(hen/qom)
Diantaranya dengan mencari celah-celah peluang sekecilpun sebagai upaya mengatasi krisis listrik jangka pendek dalam menghemat penggunaan listrik dengan secepat-cepatnya tanpa menunda-menunda.
"Saya memimpin Aceh dengan seperti ini (tak menunda), berdosa kita pada masyarakat, industri pun terganggu," tegas Mustafa dalam kunjungannya di Gardu Cawang bersama petinggi PLN di, Jakarta, Kamis (12/11/2009).
Kalimat itu ia lontarkan saat salah satu petinggi PLN Distribusi Jakarta, meminta waktu hingga berminggu-minggu untuk memasang alat plafon penggunaan listrik rumah tangga dalam rangka menghemat penggunaan listrik.
"Jadi 10 hari harus selesai, ini saya catat nanti tanggal 22 saya datangi lagi," tegas Mustafa dengan penuh penekanan.
Ia mengibaratkan krisis listrik saat ini seperti dalam kondisi darurat perang sehingga perlu kerja sangat keras, tanpa harus menunda-menunda.
"Ini tugas, jangan dianggap beban," ucap Mustafa di depan jajaran petinggi PLN.
Mustafa juga akan melakukan berbagai koordinasi dengan Pertamina dalam rangka memenuhi kebutuhan pasokan gas bagi pembangkit-pembangkit listrik di Jakarta yaitu Tanjung Priok dan Muara Karang yang masih mengalami pasokan gas yang kurang.
Hal ini untuk memaksimalkan kapasitas listrik di Jakarta misalnya PLTGU Muara Karang dari posisi saat ini yang hanya berkapasitas 600 MW akan ditingkatkan menjadi 700-800 MW dan PLGU Tanjung Priok akan ditingkat dari 900 MW menjadi 1500 MW dengan adanya tambahan pasokan gas dari Pertamina.
Mustafa juga menekankan kepada jajaran PLN untuk terus aktif melakukan himbauan kepada masyarakat dalam menggunakan penghematan listrik. Terutama pada saat-saat beban puncak yang terjadi pada pukul 11.00 sampai 17.00.
Dikatakannya celah-celah untuk menghemat beban listrik bisa dilakukan dengan melakukan pendekatan dengan pelaku industri terkait penggunaan genset, mal-mal, rumah tangga, mengurangi pencurian listrik dan lain-lain. Sehingga krisis listrik di Jakarta bisa segera dilewati.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabatan Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
KPK dan Polisi Kurang Merespons Temuan BPK
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 13:32 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
