Hot Money, Siluman Yang Perlu Diwaspadai
Kamis, 12/11/2009 12:04 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Derasnya arus modal asing masuk ke Indonesia saat ini memberikan peningkatan yang signifikan bagi pasar modal serta penguatan nilai tukar rupiah, namun hal ini perlu diwaspadai karena bisa secara tiba-tiba ditarik keluar.
"Hot money di Indonesia itu datang tak dijemput, pulang tak diantar, seperti jelangkung, siluman karena hot money di Indonesia itu bisa ditarik kapan saja," ungkap Direktur Biro Riset Infobank Eko B. Supriyanto dalam acara Infobank Outlook 2010 di Hotel Mulia pagi ini (12/11/2009).
Eko mengatakan, ekonomi nasib ekonomi Indonesia saat ini makin tidak jelas nasibnya dengan kondisi-kondisi politik dan hukum yang terjadi belakangan ini.Ada kasus cicak buaya, tapi rupanya ekonomi kita jalannya berbeda, ekonomi kita ini ekonomi yang uka-uka, tidak jelas. Jalan sendiri-sendiri," sindir Eko.
Namun, walaupun ekonomi di Indonesia ini sulit diprediksi, Eko yakin pertumbuhan ekonomi di Indonesia bisa mencapai 5,3% pada 2010 yang sebagian besar masih didorong sektor konsumsi.
Eko memberikan prediksi pada 2010 tidak ada ruang untuk penurunan suku bunga acuan Bank Indoneia (BI Rate), karena harga minyak dan komoditas sudah mulai tinggi. Pada 2010, BI Rate diprediksi berkisar 6,5-7,25%.
"6,5% sudah mentok karena harga minyak sudah mulai tinggi, harga komoditas naik, ini memicu inflasi. Suku bunga BI Rate sekitar 6,5-7,25%. Ini tren suku bunga kita, perbankan Indonesia tidak akrab dengan suku bunga rendah," ujar Eko.
Eko juga memaparkan perang suku bunga akhirnya dapat diatasi dengan kesepakatan penurunan suku bunga oleh 14 bank.
Namun, ujar Eko, harus diakui penurunan suku bunga kredi masih sulit dilakukan karena masih tingginya cost of fund maupun tingginya risiko kredit. Dengan keadaan seperti itu, diperkirakan pertumbuhan kredit akan berada pada angka 17-22%.
(dnl/qom)
"Hot money di Indonesia itu datang tak dijemput, pulang tak diantar, seperti jelangkung, siluman karena hot money di Indonesia itu bisa ditarik kapan saja," ungkap Direktur Biro Riset Infobank Eko B. Supriyanto dalam acara Infobank Outlook 2010 di Hotel Mulia pagi ini (12/11/2009).
Eko mengatakan, ekonomi nasib ekonomi Indonesia saat ini makin tidak jelas nasibnya dengan kondisi-kondisi politik dan hukum yang terjadi belakangan ini.Ada kasus cicak buaya, tapi rupanya ekonomi kita jalannya berbeda, ekonomi kita ini ekonomi yang uka-uka, tidak jelas. Jalan sendiri-sendiri," sindir Eko.
Namun, walaupun ekonomi di Indonesia ini sulit diprediksi, Eko yakin pertumbuhan ekonomi di Indonesia bisa mencapai 5,3% pada 2010 yang sebagian besar masih didorong sektor konsumsi.
Eko memberikan prediksi pada 2010 tidak ada ruang untuk penurunan suku bunga acuan Bank Indoneia (BI Rate), karena harga minyak dan komoditas sudah mulai tinggi. Pada 2010, BI Rate diprediksi berkisar 6,5-7,25%.
"6,5% sudah mentok karena harga minyak sudah mulai tinggi, harga komoditas naik, ini memicu inflasi. Suku bunga BI Rate sekitar 6,5-7,25%. Ini tren suku bunga kita, perbankan Indonesia tidak akrab dengan suku bunga rendah," ujar Eko.
Eko juga memaparkan perang suku bunga akhirnya dapat diatasi dengan kesepakatan penurunan suku bunga oleh 14 bank.
Namun, ujar Eko, harus diakui penurunan suku bunga kredi masih sulit dilakukan karena masih tingginya cost of fund maupun tingginya risiko kredit. Dengan keadaan seperti itu, diperkirakan pertumbuhan kredit akan berada pada angka 17-22%.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
