Pertamina Incar 2 Blok Migas di Vietnam
Kamis, 12/11/2009 13:01 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengincar dua blok eksplorasi lepas pantai (offshore ) di Hanoi, Vietnam. Kedua blok itu yaitu blok 10-11.1 dan blok HT-02.
"Saat ini keduanya masih dalam tahap negosiasi," ujar Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/11/2009).
Karen menjelaskan, untuk blok 10-11.1, Pertamina berpartner dengan Petro Vietnam (PIDC) dan Petronas Carigali. Blok ini berada di offshore Conson. "Kami mengincar 10 persen kepemilikan di sana," ungkapnya.
Sementara untuk Blok HT-02 di offshore Hanoi, imbuh Karen, Pertamina menggandeng Quad Energy. Dimana jumlah saham yang diincar Pertamina sekitar 45 persen.
"Selain itu kami juga renegosiasi dengan pemerintah irak untuk menjadi pemilik tunggal (100 persen) Blok- 3 WD (Western Desert )," ungkapnya.
Untuk blok migas di dalam negeri, khusus untuk west Galagah Kambuna di Sumatera Utara yang dikelola oleh Pertamina dan Petronas (60 persen), Karen menyatakan untuk penandatanganan PSC (Production Sharing Contract ) masih menunggu keputusan Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh.
Untuk blok Karama di offsore Makasar Strait, imbuh Karen, saat ini sedang dalam prosesing data 3D Seismik.
Dalam pengelolaan blok ini, BUMN migas ini bekerjasama dengan StatoilHydro (51 persen). Dimana pemboran diperkirakan dapat dimulai antara tahun 2010 atau 2011.
(epi/dnl)
"Saat ini keduanya masih dalam tahap negosiasi," ujar Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/11/2009).
Karen menjelaskan, untuk blok 10-11.1, Pertamina berpartner dengan Petro Vietnam (PIDC) dan Petronas Carigali. Blok ini berada di offshore Conson. "Kami mengincar 10 persen kepemilikan di sana," ungkapnya.
Sementara untuk Blok HT-02 di offshore Hanoi, imbuh Karen, Pertamina menggandeng Quad Energy. Dimana jumlah saham yang diincar Pertamina sekitar 45 persen.
"Selain itu kami juga renegosiasi dengan pemerintah irak untuk menjadi pemilik tunggal (100 persen) Blok- 3 WD (Western Desert )," ungkapnya.
Untuk blok migas di dalam negeri, khusus untuk west Galagah Kambuna di Sumatera Utara yang dikelola oleh Pertamina dan Petronas (60 persen), Karen menyatakan untuk penandatanganan PSC (Production Sharing Contract ) masih menunggu keputusan Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh.
Untuk blok Karama di offsore Makasar Strait, imbuh Karen, saat ini sedang dalam prosesing data 3D Seismik.
Dalam pengelolaan blok ini, BUMN migas ini bekerjasama dengan StatoilHydro (51 persen). Dimana pemboran diperkirakan dapat dimulai antara tahun 2010 atau 2011.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
