APEC Sepakat Tolak Proteksi Dagang
Minggu, 15/11/2009 14:30 WIB
(Ilustrasi foto: dok detikFinance)
Singapura - Pemimpin APEC sepakat membentuk jalur yang saling terhubung antar negara. Hal ini guna mempertahankan perdagangan bebas dan menolak segala bentuk proteksi yang diberlakukan suatu negara.
Demikian disampaikan Perdana Menteri Singapira Lee Hsien Loong dalam pertemuan para pemimpin APEC dari 21 negara di Retreat Session Istana Singapura Sabtu (14/11/2009).
Sidang Economic Leaders’ Meeting (AELM) berlangsung selama 2 hari, dan dipimpin oleh PM Lee Hsien Loong. Sidang berlangsung disela-sela acara APEC 2009 dengan tema "Sustaining Growth, Connecting the Region".
Agenda sidang, fokus pada pembahasan koneksitas antar negara-negara anggota APEC. Hasil sidang menyepakati, agar terus dilakukan usaha secara politik atas konvensi Doha, dalam perundingan WTO pada akhir 2010
Ada kebutuhan yang mendesak agar mempertahankan perdagangan bebas. Pemimpin APEC ini juga menegaskan komitmen mereka untuk menolak segala bentuk proteksi yang diberlakukan satu negara.
Kesepakatan juga terjadi pada visi jangka panjang dari Free Trade Area on the Asia-Pacific (FTAAP), yaitu membangun blok-blok bangunan dan saling terhubung, melalui jalur antar negara. Para pemimpin APEC setuju akan hal ini, guna merealisasikan visi dan tema mereka, "Connecting the Region".
Melalui persetujuan Trans-Pacific Strategic Economic Partnership Agreement (TPP), jalur ini menjadi sangat potensial dan menjadi fokus beberapa pemimpin negara.
"Langkah yang signifikan seperti halnya TPP sangat penting guna menjaga momentum dalam usaha kami mewujudkan visi FTAAP," kata PM Singapura, Lee Lee Hsien Loong.
Dia menjelaskan, bagaimanapun juga, peranan politik menjadi penting sebelum perundingan perluasan wilayah FTAAP diluncurkan.
Isu pedagangan bebas menjadi pembicaraan yang hangat antar pemimpin APEC. Mereka bersepakat bahwa selain perdagangan tradisional dan investasi, ada isu lain yang menjadi fokus yaitu tumbuhnya reformasi regulasi dan konektivitas guna menghubungkan pasar.
Beberapa pemimpin menyarankan, agar koneksi regional terjadi, maka perlu peningkatan transportasi lintas batas (darat, udara ataupun laut). Fokus lain dalam reformasi struktural, menurut mereka, dibutuhkan peningkatan produktivitas dan meningkatkan daya saing ekonomi kawasan.
PM Lee dalam sambutannya, mengaku bahwa tanda-tanda pemulihan global mulai terlihat, namun risiko atas pengangguran,tingkat konsumsi rendah, dan kebijakan proteksi, tetap saja bisa muncul pada ekonomi dunia.
Kedepan, prioritas anggota APEC adalah mendukung pemulihan ekonomi dunia, menguatkan dasar ekonomi, dan meneruskan stabilitas pertumbuhan yang berkelanjutan.
Para pemimpin mencatat, usul yang dituangkan tersebut dapat memangkas biaya ekonomi di kawasan APEC sebesaaar 25% pada 2015. untuk itulah, usul menjadi sangat penting dan perlu.
Beberapa pemimpin APEC berbicara tentang pentingnya menjembatani kesenjangan pembangunan. Ke depan, APEC harus memperluas agenda untuk memenuhi tantangan baru seperti menutup kesenjangan teknologi informasi dan meningkatkan ketahanan pangan dan manusia.
(dro/dro)
Demikian disampaikan Perdana Menteri Singapira Lee Hsien Loong dalam pertemuan para pemimpin APEC dari 21 negara di Retreat Session Istana Singapura Sabtu (14/11/2009).
Sidang Economic Leaders’ Meeting (AELM) berlangsung selama 2 hari, dan dipimpin oleh PM Lee Hsien Loong. Sidang berlangsung disela-sela acara APEC 2009 dengan tema "Sustaining Growth, Connecting the Region".
Agenda sidang, fokus pada pembahasan koneksitas antar negara-negara anggota APEC. Hasil sidang menyepakati, agar terus dilakukan usaha secara politik atas konvensi Doha, dalam perundingan WTO pada akhir 2010
Ada kebutuhan yang mendesak agar mempertahankan perdagangan bebas. Pemimpin APEC ini juga menegaskan komitmen mereka untuk menolak segala bentuk proteksi yang diberlakukan satu negara.
Kesepakatan juga terjadi pada visi jangka panjang dari Free Trade Area on the Asia-Pacific (FTAAP), yaitu membangun blok-blok bangunan dan saling terhubung, melalui jalur antar negara. Para pemimpin APEC setuju akan hal ini, guna merealisasikan visi dan tema mereka, "Connecting the Region".
Melalui persetujuan Trans-Pacific Strategic Economic Partnership Agreement (TPP), jalur ini menjadi sangat potensial dan menjadi fokus beberapa pemimpin negara.
"Langkah yang signifikan seperti halnya TPP sangat penting guna menjaga momentum dalam usaha kami mewujudkan visi FTAAP," kata PM Singapura, Lee Lee Hsien Loong.
Dia menjelaskan, bagaimanapun juga, peranan politik menjadi penting sebelum perundingan perluasan wilayah FTAAP diluncurkan.
Isu pedagangan bebas menjadi pembicaraan yang hangat antar pemimpin APEC. Mereka bersepakat bahwa selain perdagangan tradisional dan investasi, ada isu lain yang menjadi fokus yaitu tumbuhnya reformasi regulasi dan konektivitas guna menghubungkan pasar.
Beberapa pemimpin menyarankan, agar koneksi regional terjadi, maka perlu peningkatan transportasi lintas batas (darat, udara ataupun laut). Fokus lain dalam reformasi struktural, menurut mereka, dibutuhkan peningkatan produktivitas dan meningkatkan daya saing ekonomi kawasan.
PM Lee dalam sambutannya, mengaku bahwa tanda-tanda pemulihan global mulai terlihat, namun risiko atas pengangguran,tingkat konsumsi rendah, dan kebijakan proteksi, tetap saja bisa muncul pada ekonomi dunia.
Kedepan, prioritas anggota APEC adalah mendukung pemulihan ekonomi dunia, menguatkan dasar ekonomi, dan meneruskan stabilitas pertumbuhan yang berkelanjutan.
Para pemimpin mencatat, usul yang dituangkan tersebut dapat memangkas biaya ekonomi di kawasan APEC sebesaaar 25% pada 2015. untuk itulah, usul menjadi sangat penting dan perlu.
Beberapa pemimpin APEC berbicara tentang pentingnya menjembatani kesenjangan pembangunan. Ke depan, APEC harus memperluas agenda untuk memenuhi tantangan baru seperti menutup kesenjangan teknologi informasi dan meningkatkan ketahanan pangan dan manusia.
(dro/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:50 WIB
Orang Terkaya Hong Kong Bantah Menyuap Demi Bangun Kasino di Macau
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabatan Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 14:21 WIB
Agus Marto Lantik Pejabatan Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 13:32 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
