PLN Usul Struktur Tarif Listrik Diciutkan Jadi 21 Kelompok
Senin, 16/11/2009 14:21 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) mengusulkan penyederhanaan struktur tarif dasar listrik (TDL) yang sebelumnya ditetapkan dalam 37 kelompok tarif listrik menjadi 21 kelompok.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PLN, Fahmi Mochtar dalam rapat dengar pendapat dengan komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2009).
"Perubahan struktur tersebut diharapkan lebih menyederhanakan struktur tarif yang ada supaya lebih mudah pengelolaannya," ujarnya.
Namun Fahmi menegaskan, penyederhanaan kelompok tarif tersebut hanya sebatas usulan PLN. Sementara keputusannya diserahkan kepada pemerintah selaku regulator.
PLN mengusulkan struktur tarif pelanggan sosial (S) diciutkan dari sebelumnya tujuh menjadi empat kelompok, rumah tangga (R) dari enam menjadi empat, bisnis (B) dari enam jadi tiga, industri (I) dari delapan jadi empat, publik (P) dari tujuh jadi empat.
Ia mencontohkan, kelompok tarif rumah tangga yang baru yakni RS-1/450 VA berasal dari golongan R1, B1, I1, dan P1 dengan daya sampai 450 VA, RS-2/900 VA berasal dari R1, B1, I1, dan P1 dengan daya 900 VA, RM-1/1.300 sampai daya 5.500 VA dari R1 1.300-2.200 VA dan R2 2.200-6.600 VA, dan RM-2 6.600 VA ke atas berasal dari R2 2.200-6.600 VA dan R3 6.600 VA ke atas.
(epi/qom)
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PLN, Fahmi Mochtar dalam rapat dengar pendapat dengan komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2009).
"Perubahan struktur tersebut diharapkan lebih menyederhanakan struktur tarif yang ada supaya lebih mudah pengelolaannya," ujarnya.
Namun Fahmi menegaskan, penyederhanaan kelompok tarif tersebut hanya sebatas usulan PLN. Sementara keputusannya diserahkan kepada pemerintah selaku regulator.
PLN mengusulkan struktur tarif pelanggan sosial (S) diciutkan dari sebelumnya tujuh menjadi empat kelompok, rumah tangga (R) dari enam menjadi empat, bisnis (B) dari enam jadi tiga, industri (I) dari delapan jadi empat, publik (P) dari tujuh jadi empat.
Ia mencontohkan, kelompok tarif rumah tangga yang baru yakni RS-1/450 VA berasal dari golongan R1, B1, I1, dan P1 dengan daya sampai 450 VA, RS-2/900 VA berasal dari R1, B1, I1, dan P1 dengan daya 900 VA, RM-1/1.300 sampai daya 5.500 VA dari R1 1.300-2.200 VA dan R2 2.200-6.600 VA, dan RM-2 6.600 VA ke atas berasal dari R2 2.200-6.600 VA dan R3 6.600 VA ke atas.
(epi/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:55 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:50 WIB
Orang Terkaya Hong Kong Bantah Menyuap Demi Bangun Kasino di Macau
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabatan Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 14:21 WIB
Agus Marto Lantik Pejabatan Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 13:32 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
