Defisit Anggaran BI Diprediksi Melonjak Rp 20,495 Triliun di 2010
Senin, 16/11/2009 17:07 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) akan mengalami defisit hingga Rp 22,4 triliun di 2010, lebih tinggi dari prediksi BI sebelumnya yakni Rp 13,5 triliun. Sementara itu, defisit anggaran Bank Indonesia pada tahun 2009 diperkirakan hanya sebesar Rp 1,905 triliun.
Demikian dikatakan oleh Pjs Gubernur BI, Darmin Nasution dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR-RI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2009).
"Tahun 2010 perkiraan defisit anggaran BI sebesar Rp 22,41 triliun. Hal tersebut dikarenakan anggaran kebijakan pada tahun 2010 yang diperkirakan sebesar Rp 37,40 triliun," ujar Darmin.
Namun kenaikan anggaran kebijakan tersebut menurut Darmin tidak dapat diungkapkan. Selain itu Darmin mengatakan, untuk anggaran pengeluaran operasional BI sebesar Rp 5,089 triliun dan anggaran pengelolaan logistik Rp 541,1 miliar.
"Untuk pengembangan dan pemeliharaan SDM pada 2010 sebesar Rp 1,533 triliun atau naik Rp 244,41 miliar dari ATBI 2009," jelasnya.
Lebih lanjut Darmin menjelaskan, usulan kenaikan anggaran untuk gaji sebesar 4,26 persen atau Rp 79,9 miliar menjadi Rp 1,97 triliun dianggarkan untuk kenaikan pangkat dan penambahan pegawai.
"Sebenarnya gaji tidak naik, itu dianggarkan untuk kenaikan pangkat serta penerimaan pegawai," pungkasnya.
(dru/dnl)
Demikian dikatakan oleh Pjs Gubernur BI, Darmin Nasution dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR-RI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2009).
"Tahun 2010 perkiraan defisit anggaran BI sebesar Rp 22,41 triliun. Hal tersebut dikarenakan anggaran kebijakan pada tahun 2010 yang diperkirakan sebesar Rp 37,40 triliun," ujar Darmin.
Namun kenaikan anggaran kebijakan tersebut menurut Darmin tidak dapat diungkapkan. Selain itu Darmin mengatakan, untuk anggaran pengeluaran operasional BI sebesar Rp 5,089 triliun dan anggaran pengelolaan logistik Rp 541,1 miliar.
"Untuk pengembangan dan pemeliharaan SDM pada 2010 sebesar Rp 1,533 triliun atau naik Rp 244,41 miliar dari ATBI 2009," jelasnya.
Lebih lanjut Darmin menjelaskan, usulan kenaikan anggaran untuk gaji sebesar 4,26 persen atau Rp 79,9 miliar menjadi Rp 1,97 triliun dianggarkan untuk kenaikan pangkat dan penambahan pegawai.
"Sebenarnya gaji tidak naik, itu dianggarkan untuk kenaikan pangkat serta penerimaan pegawai," pungkasnya.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:55 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:50 WIB
Orang Terkaya Hong Kong Bantah Menyuap Demi Bangun Kasino di Macau
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabatan Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 14:21 WIB
Agus Marto Lantik Pejabatan Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 13:32 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
