Obligasi Jangka Pendek Bakal Jadi Favorit Investor di 2010
Selasa, 17/11/2009 15:18 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Pemulihan ekonomi global yang berdampak pada kenaikan inflasi dan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) membuat produk-produk obligasi jangka pendek diperkirakan bakal menjadi incaran investor di tahun 2010.
Menurut Direktur Invesment Banking PT Standard Chartered Securities Indonesia Agus Wicaksono, investor lebih menyukai tenor jangka pendek, untuk surat hutang obligasi, karena sensitifitas risiko yang dibebankan lebih rendah dibanding jangka panjang yang 2-3 tahun.
"Saya pikir investor akan prefer yang pendek di tahun depan. Dengan perkiraan bunga SBI yang naik, maka kalau pilih jangka panjang elastisitas akan lebih," jelas Agus di Ritz Calton SCBD Jakarta Selasa (17/11/2009).
Ditambahkannya, saat obligasi tersebut jatuh tempo, maka investor diperkirakan akan kembali membeli jenis surat hutang dengan jangka waktu yang lebih panjang.
"Kalo sudah jatuh tempo, mereka akan kembali membeli yang lebih panjang,"
Pada 2010, Agus juga menerangkan pasar obligasi tidak akan berpengaruh terhadap naiknya bunga SBI. Jika sebelumnya jumlah obligasi turun, karena naiknya permintaan deposito, namun untuk tahun depan cenderung netral. Permintaan antara olbigasi dan deposito akan seimbang
"Ya walaupun SBI naik, tapi pasar akan netral. Karena kan sekarang bunga deposito dibatasi, SBI plus 50 bps," imbuh Agus.
(dro/dro)
Menurut Direktur Invesment Banking PT Standard Chartered Securities Indonesia Agus Wicaksono, investor lebih menyukai tenor jangka pendek, untuk surat hutang obligasi, karena sensitifitas risiko yang dibebankan lebih rendah dibanding jangka panjang yang 2-3 tahun.
"Saya pikir investor akan prefer yang pendek di tahun depan. Dengan perkiraan bunga SBI yang naik, maka kalau pilih jangka panjang elastisitas akan lebih," jelas Agus di Ritz Calton SCBD Jakarta Selasa (17/11/2009).
Ditambahkannya, saat obligasi tersebut jatuh tempo, maka investor diperkirakan akan kembali membeli jenis surat hutang dengan jangka waktu yang lebih panjang.
"Kalo sudah jatuh tempo, mereka akan kembali membeli yang lebih panjang,"
Pada 2010, Agus juga menerangkan pasar obligasi tidak akan berpengaruh terhadap naiknya bunga SBI. Jika sebelumnya jumlah obligasi turun, karena naiknya permintaan deposito, namun untuk tahun depan cenderung netral. Permintaan antara olbigasi dan deposito akan seimbang
"Ya walaupun SBI naik, tapi pasar akan netral. Karena kan sekarang bunga deposito dibatasi, SBI plus 50 bps," imbuh Agus.
(dro/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:55 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:50 WIB
Orang Terkaya Hong Kong Bantah Menyuap Demi Bangun Kasino di Macau
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabatan Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 14:21 WIB
Agus Marto Lantik Pejabatan Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 13:32 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
