detikfinance

Tutupi Defisit, BI Optimalkan Pengelolaan Cadangan Devisa

Herdaru Purnomo - detikfinance
Rabu, 18/11/2009 15:48 WIB
Jakarta - Optimalisasi penempatan cadangan devisa ke instrumen-instrumen global dengan tepat menjadi salah satu cara Bank Indonesia (BI) dalam meminimalisir defisit anggaran yang diprediksikan akan menggelembung menjadi sebesar Rp 22,4 triliun di 2010.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Hartadi Sarwono mengatakan dari sisi penerimaan anggaran, penempatan cadangan devisa di instrumen global memberikan kontribusi yang besar.

"Kalau penerimaan, itu paling besar kita dapatkan dari penerimaan cadangan devisa. Saya tidak bisa mengungkapkan detailnya, karena kadang-kadang saya sendiri tidak mengetahui, jadi bisa dibayangkan bagaimana menempatkan cadangan devisa kita yang hampir mencapai US$ 65 miliar itu kepada berbagai instrumen-instrumen keuangan di dunia," papar Hartadi di Gedung DPR-RI, Jakarta, Rabu (18/11/2009).

Namun, lanjut Hartadi dengan tingkat suku bunga global yang hampir rata-rata hitungannya di posisi 0 % sampai dengan 0,1 % penempatan cadangan devisa harus lebih dikelola dengan baik dan dioptimalkan.

Ditempat yang sama Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya menjelaskan pengelolaan cadangan devisa Indonesia mengikuti harus best practices. BI sudah memiliki aturan untuk penempatannya.

"Prinsip-prinsipnya yang pertama adalah mencari tempat yang diperkirakan dapat liquid setiap saat dan bisa kita cairkan bila suatu saat kita perlu," ujarnya.

Yang kedua, lanjut Budi Mulya, Cadangan Devisa yang ditempatkan di instrumen global harus mempunyai sekuriti atau keamanan yang baik.

"Aman dan terjamin, tidak sembarangan kita tempatkan seperti di aset-aset bermasalah. Dan yang paling penting yakni yang ketiga, dia juga harus memberikan return dengan pertimbangan risiko yang sudah kita hitung," paparnya.

Jadi 3 prinsip tersebut, lanjut Budi Mulya merupakan pedoman cara BI untuk mengelola cadangan devisa.

"Pengelolaan devisa harus secara optimal dan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian sehingga tidak mengganggu balance sheet BI. Ini untuk memperkecil defisit anggaran," pungkasnya.



(dru/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.