PLN Kumpulkan Kalangan Industri Soal Listrik Byar Pet
Kamis, 19/11/2009 10:45 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Hari ini PT PLN (Persero) akan mengumpulkan sejumlah kalangan industri guna bertemu direksi PLN. Pertemuan ini akan membahas penjelasan PLN terkait pemadaman listrik bergilir termasuk yang menimpa sektor industri.
"Saya siang ini akan bertemu dengan direksi PLN, akan dijelaskan oleh PLN, kenapa byar pet . Padahal kita inginnya sih bayar aja," kata Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno di sela-sela acara Konferensi Tekstil Nasional di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis (19/11/2009).
Benny menjelaskan sebagai pelaku industri, pemadaman listrik sangat merugikan. Terlebih lagi pengenaan tarif yang selama ini dilakukan kepada industri tidak rasional. Artinya bagi konsumen industri yang membeli listrik banyak justru dikenakan tarif yang lebih mahal.
"Kita minta rasionalisasi. Kalau daya maksimal itu akal-akalan saja. Akhirnya produk kita tidak kompetitif," katanya.
Sementara itu Wakil Ketua API Ade Sudradjat di tempat yang sama mengatakan penjelasan soal pemadaman bagi industri tidak penting karena saat ini semua orang tahu penyebab pemadaman tersebut.
Seharusnya, kata dia, PLN tidak hanya meminta dimaklumi dalam hal tersebut namun harus ada jalan keluarnya.
(hen/dnl)
"Saya siang ini akan bertemu dengan direksi PLN, akan dijelaskan oleh PLN, kenapa byar pet . Padahal kita inginnya sih bayar aja," kata Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno di sela-sela acara Konferensi Tekstil Nasional di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis (19/11/2009).
Benny menjelaskan sebagai pelaku industri, pemadaman listrik sangat merugikan. Terlebih lagi pengenaan tarif yang selama ini dilakukan kepada industri tidak rasional. Artinya bagi konsumen industri yang membeli listrik banyak justru dikenakan tarif yang lebih mahal.
"Kita minta rasionalisasi. Kalau daya maksimal itu akal-akalan saja. Akhirnya produk kita tidak kompetitif," katanya.
Sementara itu Wakil Ketua API Ade Sudradjat di tempat yang sama mengatakan penjelasan soal pemadaman bagi industri tidak penting karena saat ini semua orang tahu penyebab pemadaman tersebut.
Seharusnya, kata dia, PLN tidak hanya meminta dimaklumi dalam hal tersebut namun harus ada jalan keluarnya.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:58 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:55 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:50 WIB
Orang Terkaya Hong Kong Bantah Menyuap Demi Bangun Kasino di Macau
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabatan Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 14:21 WIB
Agus Marto Lantik Pejabatan Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
