Dian Swastatika Sentosa Tawarkan Harga Saham Rp 1.000-1.500
Kamis, 19/11/2009 15:04 WIB
Foto: Lantai Bursa
Jakarta - PT Dian Swastatika Sentosa melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering /IPO) kepada calon investor sebesar 100 juta lembar saham biasa. Harga penawaran IPO adalah Rp 1.000-1.500 per saham. Nilai nominal per saham yang ditetapkan adalah Rp 250.
Dana hasil IPO yang ditargetkan sebesar Rp 43,92 miliar ini rencananya akan dipergunakan untuk melunasi utang kepada PT Bumi Kencana Eka Sakti (BKES) atas pembelian 48.801 saham perseroan.
Demikian diutarakan Presiden Direktur perseroan Khisna Cahya dalam due diligence meeting dan public expose perseroan di hotel Crown Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (19/11/2009)
Ia menambahkan, jumlah saham yang ditawarkan setara dengan 13% dari total modal yang disetor. Penggunaan dana IPO akan dikonsentrasikan kepada pengembangan bisnis energi batu bara pada masa yang akan datang.
"Setelah terpotong biaya emisi, Rp 43,92 miliar, dipergunakan untuk melunasi utang kepada PT Bumi Kencana Eka Sakti), atas pembelian 48.801 saham oleh perseroan," kata Khisna.
Bumi Kencana adalah perusahaan yang bergerak di bidang tambang batu bara yang berpengalaman. Karena itu perseroan membeli sebagian saham Bumi Kencana untuk mengembangkan investasinya di sektor pertambangan.
"Pembelian saham sudah kita lakukan dalam bulan April 2009. Tapi pelunasan baru kami bayarkan setelah IPO berjalan. Prospek pertambangan batubara akan membaik dengan meningkatnya permintaan yang terus tumbuh," imbuhnya.
Sisa dana IPO dipergunakan sebagai penambah modal kerja perseroan, yaitu sewa lahan, biaya kontraktor, beban pemeliharaan, dan kegiatan usaha penyewaan menara telekomunikasi.
Bookbuilding diselenggarakan pada 19-20 November 2009, dengan pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada 30 November. Masa penawaran 2-4 Desember, penjatahan di tanggal 8 Desember, serta pencatatan perdana di bursa (listing ) direncanakan pada 10 Desember 2009.
Perseroan telah menunjuk PT OSK Nusadana Securities Indonesia sebagai penjamin tunggal pelaksana emisi.
(wep/dnl)
Dana hasil IPO yang ditargetkan sebesar Rp 43,92 miliar ini rencananya akan dipergunakan untuk melunasi utang kepada PT Bumi Kencana Eka Sakti (BKES) atas pembelian 48.801 saham perseroan.
Demikian diutarakan Presiden Direktur perseroan Khisna Cahya dalam due diligence meeting dan public expose perseroan di hotel Crown Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (19/11/2009)
Ia menambahkan, jumlah saham yang ditawarkan setara dengan 13% dari total modal yang disetor. Penggunaan dana IPO akan dikonsentrasikan kepada pengembangan bisnis energi batu bara pada masa yang akan datang.
"Setelah terpotong biaya emisi, Rp 43,92 miliar, dipergunakan untuk melunasi utang kepada PT Bumi Kencana Eka Sakti), atas pembelian 48.801 saham oleh perseroan," kata Khisna.
Bumi Kencana adalah perusahaan yang bergerak di bidang tambang batu bara yang berpengalaman. Karena itu perseroan membeli sebagian saham Bumi Kencana untuk mengembangkan investasinya di sektor pertambangan.
"Pembelian saham sudah kita lakukan dalam bulan April 2009. Tapi pelunasan baru kami bayarkan setelah IPO berjalan. Prospek pertambangan batubara akan membaik dengan meningkatnya permintaan yang terus tumbuh," imbuhnya.
Sisa dana IPO dipergunakan sebagai penambah modal kerja perseroan, yaitu sewa lahan, biaya kontraktor, beban pemeliharaan, dan kegiatan usaha penyewaan menara telekomunikasi.
Bookbuilding diselenggarakan pada 19-20 November 2009, dengan pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada 30 November. Masa penawaran 2-4 Desember, penjatahan di tanggal 8 Desember, serta pencatatan perdana di bursa (listing ) direncanakan pada 10 Desember 2009.
Perseroan telah menunjuk PT OSK Nusadana Securities Indonesia sebagai penjamin tunggal pelaksana emisi.
(wep/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:58 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:55 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:50 WIB
Orang Terkaya Hong Kong Bantah Menyuap Demi Bangun Kasino di Macau
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
