BI Akan Tertibkan Produk Tabungan Berhadiah
Jumat, 20/11/2009 15:28 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Bank Indonesia (BI) siap menggodok aturan prosedur tabungan berhadiah dari perbankan nasional. Pasalnya, tabungan berhadiah ini justru meningkatkan beban tidak perlu perbankan.
Tabungan tersebut harus dalam jumlah tertentu dan tidak bisa diambil dalam jangka waktu tertentu serta nasabah mendapatkan hadiah besar seperti mobil mewah saat membuka tabungan.
Hal ini mengakibatkan biaya dana atau cost of fund perbankan tetap tinggi dan sulit untuk menurunkan suku bunga.
Pjs Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan untuk mengantisipasi hal tersebut BI sudah meminta perbankan membuat dan melaporkan besaran Net Interest Margin (NIM) dengan rinci agar BI mampu mengukur besaran NIM masing-masing bank.
"Sehingga nanti kita tahu aturan apa yang harus kita perbaiki dan berita apa yang akan kita sampaikan," ujarnya di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta Jumat (20/11/2009).
Darmin mengharapkan nantinya BI dapat menggiring perbedaan suku bunga kredit dan deposito (spread ) yang diambil oleh bank-bank.
Darmin juga menegaskan peraturan tidak bisa berubah secara tiba-tiba. Sebab BI harus merancang kebijakan dan berbagai langkah untuk menggiring agar NIM turun.
Terkait permasalahan hadiah, tambah Darmin, biasanya bank-bank menempatkan biaya untuk hadiah-hadiah itu di dana overhead .
"Soal hadiah nanti kita atur, kalau itu kita dapat laporan rinci itu nanti akan kelihatan," pungkasnya.
(dru/dnl)
Tabungan tersebut harus dalam jumlah tertentu dan tidak bisa diambil dalam jangka waktu tertentu serta nasabah mendapatkan hadiah besar seperti mobil mewah saat membuka tabungan.
Hal ini mengakibatkan biaya dana atau cost of fund perbankan tetap tinggi dan sulit untuk menurunkan suku bunga.
Pjs Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan untuk mengantisipasi hal tersebut BI sudah meminta perbankan membuat dan melaporkan besaran Net Interest Margin (NIM) dengan rinci agar BI mampu mengukur besaran NIM masing-masing bank.
"Sehingga nanti kita tahu aturan apa yang harus kita perbaiki dan berita apa yang akan kita sampaikan," ujarnya di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta Jumat (20/11/2009).
Darmin mengharapkan nantinya BI dapat menggiring perbedaan suku bunga kredit dan deposito (spread ) yang diambil oleh bank-bank.
Darmin juga menegaskan peraturan tidak bisa berubah secara tiba-tiba. Sebab BI harus merancang kebijakan dan berbagai langkah untuk menggiring agar NIM turun.
Terkait permasalahan hadiah, tambah Darmin, biasanya bank-bank menempatkan biaya untuk hadiah-hadiah itu di dana overhead .
"Soal hadiah nanti kita atur, kalau itu kita dapat laporan rinci itu nanti akan kelihatan," pungkasnya.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:58 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:55 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:50 WIB
Orang Terkaya Hong Kong Bantah Menyuap Demi Bangun Kasino di Macau
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
