Isu Pergantian Dirut PLN
DPR: Pergantian Dirut PLN Tak Selesaikan Krisis Listrik
Minggu, 22/11/2009 12:57 WIB
dok detikfinance
Jakarta - Pergantian Direktur Utama PT PLN (Persero) tidak akan menyelesaikan krisis listrik yang tengah melanda negeri ini. Krisis akan tetap ada, jika PLN
tidak diberikan pendanaan yang layak oleh Pemerintah untuk menghidupkan listrik di tanah air.
“Dirut PLN diganti itu tidak mutlak karena masalah PLN itukan modal kerja,” ujar Anggota Komisi VII, DPR Soetan Batoegana saat berbincang dengan
detikFinance, Minggu (22/11/2009).
Menurut Soetan, BUMN listrik tersebut membutuhkan modal kerja sekitar hingga Rp 30 triliun lebih agar BUMN listrik tersebut menjadi sehat.
“Sekarang PLN itukan abnormal, untuk menutupi pendanaan dia utang sana utang sini,” ungkap Soetan.
Ia menyatakan, untuk menyelamatkan sistem kelistrikan di Indonesia maka ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama yaitu, kemauan pemerintah untuk
memperbaiki regulasi kelistrikan nasional. Kedua memberikan modal kerja yang layak untuk PLN dan ketiga, harus ada perencanaan untuk meningkatkan
kualitas listrik di tanah air.
Menurut dia, untuk menghindari pemadamam terjadi di Indonesia maka diperlukan pembangunan pembangkit sebesar 20.000 Megawatt (MW). Saat ini,
dari 20.000 MW yang sudah ada di Indonesia, 15.000 MW-nya dimiliki PLN, sisanya oleh swasta.
“Makanya pemerintah membuat proyek pembangunan pembangkit 10.000 MW tahap 1 dan 2,” ujar dia.
Namun masalahnya, lanjut Soetan, saat proyek itu selesai dibangun maka akan sia-sia jika listrik yang dihasilkan pembangkit-pembangkit tersebut tidak
dapat dialirkan ke para pengguna listrik karena PLN tidak memiliki pendanaan untuk membangun transmisi, trafo dan gardu induk.
“PLN ini banyak kerjaannya. Kalau modal tidak ada, ya bisa kolaps,” tegas Soetan.
Untuk itu, ia menilai pergantian dirut PLN tersebut tidak akan menyelasikan masalah kelistrikan hingga ke akar masalah. “Makanya saya bilang pergantian itu tidak mutlak, tapi kalau mau penyegaran boleh silahkan,” ungkapnya.
Kalaupun pergantian tidak dapat dihindari, Soetan beranggapan sebaiknya pengganti Dirut PLN berasal dari internal PLN karena dinilai lebih menguasai
seluk beluk perusahaan tersebut. “Kalau secara logika harusnya orang dalam. Tapi tidak menutup kemungkinan orang dari luar juga bisa, namun ini harus ahli dalam manajerial,” ungkapnya.
Saat ditanya siapa orang internal dan eksternal yang layak untuk mengisi posisi itu, Soetan enggan menyebutkan nama.“Saya tidak bisa sebutkan nama. Nanti saya dikira pendukung seseorang,” tandasnya
(epi/hen)
tidak diberikan pendanaan yang layak oleh Pemerintah untuk menghidupkan listrik di tanah air.
“Dirut PLN diganti itu tidak mutlak karena masalah PLN itukan modal kerja,” ujar Anggota Komisi VII, DPR Soetan Batoegana saat berbincang dengan
detikFinance, Minggu (22/11/2009).
Menurut Soetan, BUMN listrik tersebut membutuhkan modal kerja sekitar hingga Rp 30 triliun lebih agar BUMN listrik tersebut menjadi sehat.
“Sekarang PLN itukan abnormal, untuk menutupi pendanaan dia utang sana utang sini,” ungkap Soetan.
Ia menyatakan, untuk menyelamatkan sistem kelistrikan di Indonesia maka ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama yaitu, kemauan pemerintah untuk
memperbaiki regulasi kelistrikan nasional. Kedua memberikan modal kerja yang layak untuk PLN dan ketiga, harus ada perencanaan untuk meningkatkan
kualitas listrik di tanah air.
Menurut dia, untuk menghindari pemadamam terjadi di Indonesia maka diperlukan pembangunan pembangkit sebesar 20.000 Megawatt (MW). Saat ini,
dari 20.000 MW yang sudah ada di Indonesia, 15.000 MW-nya dimiliki PLN, sisanya oleh swasta.
“Makanya pemerintah membuat proyek pembangunan pembangkit 10.000 MW tahap 1 dan 2,” ujar dia.
Namun masalahnya, lanjut Soetan, saat proyek itu selesai dibangun maka akan sia-sia jika listrik yang dihasilkan pembangkit-pembangkit tersebut tidak
dapat dialirkan ke para pengguna listrik karena PLN tidak memiliki pendanaan untuk membangun transmisi, trafo dan gardu induk.
“PLN ini banyak kerjaannya. Kalau modal tidak ada, ya bisa kolaps,” tegas Soetan.
Untuk itu, ia menilai pergantian dirut PLN tersebut tidak akan menyelasikan masalah kelistrikan hingga ke akar masalah. “Makanya saya bilang pergantian itu tidak mutlak, tapi kalau mau penyegaran boleh silahkan,” ungkapnya.
Kalaupun pergantian tidak dapat dihindari, Soetan beranggapan sebaiknya pengganti Dirut PLN berasal dari internal PLN karena dinilai lebih menguasai
seluk beluk perusahaan tersebut. “Kalau secara logika harusnya orang dalam. Tapi tidak menutup kemungkinan orang dari luar juga bisa, namun ini harus ahli dalam manajerial,” ungkapnya.
Saat ditanya siapa orang internal dan eksternal yang layak untuk mengisi posisi itu, Soetan enggan menyebutkan nama.“Saya tidak bisa sebutkan nama. Nanti saya dikira pendukung seseorang,” tandasnya
(epi/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 14:58 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:55 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:50 WIB
Orang Terkaya Hong Kong Bantah Menyuap Demi Bangun Kasino di Macau
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
