3 Calon Ikut Ujian Calon Dirut PLN
Minggu, 22/11/2009 19:12 WIB
Jakarta - Tiga orang kandidat bersaing menjadi direktur utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Mereka telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di kantor kementerian BUMN pada pertengahan pekan ini.
Menurut sumber detikFinance, Minggu (22/11/2009), tiga orang calon kandidat Dirut PLN untuk menggantikan Fahmi Mochtar adalah CEO Jawa Pos Grup dan 2 dari internal PLN. Dua dari internal tersebut adalah dari jajaran direksi PLN saat ini.
Ketiga nama tersebut akan segera diserahkan ke Tim Penilai Akhir (TPA) untuk diambil keputusannya. "Nanti TPA yang memutuskan," jelas sumber tersebut.
CEO Jawa Pos Grup Dahlan Iskan yang dihubungi detikFinance, Jumat (20/11/2009) lalu mengaku dirinya tak tahu menahu soal pemilihannya sebagai calon Dirut PLN. Ia justru mengaku dirinya baru tahu soal pemilihan tersebut dari media massa.
"Saya belum tahu, saya hanya baca di koran-koran saja. Jadi saya belum bisa berkomentar," ujarnya.
Isu pergantian Dirut PLN terus memanas dalam beberapa pekan terakhir, menyusul krisis listrik yang menyebabkan wilayah Jakarta dan sekitarnya harus sering bergelap-gelap ria. Presiden SBY telah memanggil Direksi PLN terkait krisis ini pada pekan ini.
Dirut PLN Fahmi Mochtar sendiri tampaknya sudah tahu dirinya akan diganti. Dalam kesempatan wawancara dengan wartawan beberapa hari lalu, Fahmi melontarkan sebuah joke tentang masa jabatannya yang mungkin tinggal sebentar lagi.
"Mungkin bulan depan saya nggak perlu diwawancara lagi," ujarnya setengah bercanda di kantor Menko Perekonomian, Kamis (19/11/2009) lalu.
Fahmi Mochtar terpilih sebagai Dirut PLN pada 10 Maret 2008 lalu. Fahmi yang sebelumnya merupakan Plt Direktur Pembangkit dan Energi Primer PLN menjadi Dirut menggantikan Eddie Widiono yang lengser karena sudah habis masa jabatannya dan tak bisa diperpanjang lagi karena sudah 2 periode.
Jajaran Direksi PLN saat ini adalah:
Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai pergantian dirut PLN bukan hal yang tepat untuk menyelesaikan krisis listrik. Justru yang perlu dilakukan pemerintah sebenarnya melakukan perbaikan regulasi di sektor energi dan kelistrikan, termasuk keuangan PLN.
"Saya beranggapan siapapun yang jadi Dirut tidak akan membuat PLN menjadi lebih baik, kalau hal itu tidak dilakukan," katanya.
Terkait dengan isu pergantian pucuk pimpinan PLN saat ini, Agus menilai hal itu tidak terlepas dari perintah Presiden SBY. Menurut dia, orang yang dipilih untuk memimpin PLN memang sebaiknya orang sudah memahami dan mendalami soal kondisi kelistrikan di Indonesia.
"Saya sempat berbincang dengan beberapa pejabat di ESDM dan BUMN. Menurut mereka rencana pergantian ini sepenuhnya atas perintah Presiden," ungkapnya kepada detikFinance.
Sementara itu Juru Bicara Kepresiden Julian Aldrin Pasha saat dikonfirmasi oleh detikFinance sampai berita ini diturunkan tidak bisa dihubungi alias tak mengangkat telepon.
(qom/qom)
Menurut sumber detikFinance, Minggu (22/11/2009), tiga orang calon kandidat Dirut PLN untuk menggantikan Fahmi Mochtar adalah CEO Jawa Pos Grup dan 2 dari internal PLN. Dua dari internal tersebut adalah dari jajaran direksi PLN saat ini.
Ketiga nama tersebut akan segera diserahkan ke Tim Penilai Akhir (TPA) untuk diambil keputusannya. "Nanti TPA yang memutuskan," jelas sumber tersebut.
CEO Jawa Pos Grup Dahlan Iskan yang dihubungi detikFinance, Jumat (20/11/2009) lalu mengaku dirinya tak tahu menahu soal pemilihannya sebagai calon Dirut PLN. Ia justru mengaku dirinya baru tahu soal pemilihan tersebut dari media massa.
"Saya belum tahu, saya hanya baca di koran-koran saja. Jadi saya belum bisa berkomentar," ujarnya.
Isu pergantian Dirut PLN terus memanas dalam beberapa pekan terakhir, menyusul krisis listrik yang menyebabkan wilayah Jakarta dan sekitarnya harus sering bergelap-gelap ria. Presiden SBY telah memanggil Direksi PLN terkait krisis ini pada pekan ini.
Dirut PLN Fahmi Mochtar sendiri tampaknya sudah tahu dirinya akan diganti. Dalam kesempatan wawancara dengan wartawan beberapa hari lalu, Fahmi melontarkan sebuah joke tentang masa jabatannya yang mungkin tinggal sebentar lagi.
"Mungkin bulan depan saya nggak perlu diwawancara lagi," ujarnya setengah bercanda di kantor Menko Perekonomian, Kamis (19/11/2009) lalu.
Fahmi Mochtar terpilih sebagai Dirut PLN pada 10 Maret 2008 lalu. Fahmi yang sebelumnya merupakan Plt Direktur Pembangkit dan Energi Primer PLN menjadi Dirut menggantikan Eddie Widiono yang lengser karena sudah habis masa jabatannya dan tak bisa diperpanjang lagi karena sudah 2 periode.
Jajaran Direksi PLN saat ini adalah:
- Dirut: Fahmi Mochtar
- Wakil Dirut: Rudiantara
- Direktur Konstruksi Strategis: Agung Nugroho
- Direktur Jawa-Madura-Bali: Murtaqi Syamsuddin
- Direktur HRD dan Umum: Supriadi Legini
- Direktur Keuangan: Setio Anggoro Dewo
- Direktur Perencanaan dan Teknologi: Bambang Praptono.
Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai pergantian dirut PLN bukan hal yang tepat untuk menyelesaikan krisis listrik. Justru yang perlu dilakukan pemerintah sebenarnya melakukan perbaikan regulasi di sektor energi dan kelistrikan, termasuk keuangan PLN.
"Saya beranggapan siapapun yang jadi Dirut tidak akan membuat PLN menjadi lebih baik, kalau hal itu tidak dilakukan," katanya.
Terkait dengan isu pergantian pucuk pimpinan PLN saat ini, Agus menilai hal itu tidak terlepas dari perintah Presiden SBY. Menurut dia, orang yang dipilih untuk memimpin PLN memang sebaiknya orang sudah memahami dan mendalami soal kondisi kelistrikan di Indonesia.
"Saya sempat berbincang dengan beberapa pejabat di ESDM dan BUMN. Menurut mereka rencana pergantian ini sepenuhnya atas perintah Presiden," ungkapnya kepada detikFinance.
Sementara itu Juru Bicara Kepresiden Julian Aldrin Pasha saat dikonfirmasi oleh detikFinance sampai berita ini diturunkan tidak bisa dihubungi alias tak mengangkat telepon.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
