detikfinance

PLN Beli Excess Power untuk Atasi Krisis Listrik di Daerah

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Senin, 23/11/2009 08:37 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) membuat kontrak dengan beberapa perusahaan yang memiliki kelebihan pasokan listrik (excess power) untuk mengatasi defisit di beberapa wilayah di Indonesia.

"Kami telah melakukan pembicaraan dengan sembilan pemilik excess power dari Sumut, Riau, Jambi, Lampung, Jabar dan Jatim. Mereka ini pengusaha pabrik kelapa sawit, pabrik kertas, pabrik gas dan pabrik tekstil," kata Direktur Operasional Jawa Madura Bali PLN, Murtaqi Syamsuddin dalam siaran persnya, Senin (23/11/2009).

Menurutnya, upaya mengatasi krisis di daerah-daerah luar Jawa secara mendasar memang harus segera menyelesaikan proyek-proyek PLTU 10.000 MW. Tapi untuk itu masih perlu waktu. Untuk mengatasi dengan cepat defisit listrik yang terjadi, PLN akan melakukan dua hal, yakni membeli excess power dan menyewa genset besar.

Pada pertemuan Jumat malam (20/11/09) pekan lalu, PLN langsung mendapatkan kesediaaan dan kesiapan dari para pemilik excess power untuk membantu memasok listrik ke PLN. Kontrak yang akan ditandatangani  adalah untuk memasok listrik 86 MW, dengan rincian sbb:

  • Sumut :  12 MW
  • Riau Daratan: 16 MW
  • Bintan: 4 MW
  • Jatim  10 MW
  • Kalsel 17 MW
  • Jabar 20 MW
  • Lampung 6 MW
  • Jambi 11 MW.

Sebelumnya PLN juga telah menandatangani kontrak pasokan 106 MW dari perusahaan pemilik excess power di Sumatera Utara (47 MW) dan Jawa Barat (61 MW). Saat ini listrik tersebut sudah masuk ke sistem PLN.

Pada pertemuan yang juga dihadiri para GM PLN itu, secara umum PLN meminta  masukan dari para pengusaha mengenai cara mempercepat proses administrasi dan penetapan harga yang bisa diterima kedua pihak secara win-win.

Rencananya dalam minggu ini  GM dari daerah bersangkutan akan menandatangani perjanjian pembelian listrik dari para pemilik excess power. Diharapkan listrik dapat dialirkan ke sistem jaringan PLN beberapa hari kemudian.

Sebelumnya, PLN telah membeli excess power di Sumatera Utara sebesar 47 MW dari PT Inalum dan PT Growth Plantation. Selain itu PLN juga telah membeli dari PT Bekasi Power dan PT Argopantes di Jawa Barat sebesar 39 MW.

Murtaqi menambahkan, PLN akan terus menginventarisir potensi excess power di setiap daerah dan melakukan persuasi ke para pemiliknya untuk membantu defisit listrik.

"Untuk itu PLN bersedia membayar biaya produksi excess power ditambah margin yang wajar bagi pemilik. Kami memperkirakan potensi excess power yang bisa dimanfaatkan PLN dari Industri Agro di Sumatera dan Kalimatan tidak kurang dari 300 MW," ujarnya.



(qom/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.