Sri Mulyani Tanggapi Hasil Audit Century Besok
Senin, 23/11/2009 16:23 WIB
Foto: dok depkeu
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berjanji akan memberikan respons atas hasil audit investigasi Bank Century yang baru saja diserahkan BPK ke DPR pada Selasa (24/11/2009) besok.
"Besok, besok, besok saya bikin penjelasan," ujar Sri Mulyani singkat saat ditemui di Departemen Keuangan, Jakarta, Senin (23/11/2009). Sri Mulyani yang mengenakan blazer abu-abu itu tergesa-gesa memasuki mobilnya.
Hal serupa juga disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Firdaus Djaelani. Firdaus menyatakan pemerintah akan memberikan tanggapan mengenai hasil audit BPK tersebut sore nanti atau besok.
"Nanti sore atau besok kita kasih keterangan resmi, pokoknya kalian kita undang untuk dengar pernyataan lps. Kita beri keterangan resmi," ujar Firdaus saat ditemui setelah mengadakan pertemuan singkat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Departemen Keuangan sore ini (23/11/2009).
Berdasarkan temuan BPK, dana bailout sebesar RP 2,8 trilun yang dikucurkan LPS ke bank yang kini sudah berganti nama menjadi Bank Mutiara itu tidak sah karena diberikan setelah Perpu JPSK ditolak oleh DPR untuk menjadi UU.
Hasil audit investigasi itu juga memuat dari total bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun, sebesar Rp 5,87 triliun sekitar 87 persennya digunakan untuk menutupi berbagai praktik tidak sehat dan pelanggaran yang dilakukan bank Century.
(nia/qom)
"Besok, besok, besok saya bikin penjelasan," ujar Sri Mulyani singkat saat ditemui di Departemen Keuangan, Jakarta, Senin (23/11/2009). Sri Mulyani yang mengenakan blazer abu-abu itu tergesa-gesa memasuki mobilnya.
Hal serupa juga disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Firdaus Djaelani. Firdaus menyatakan pemerintah akan memberikan tanggapan mengenai hasil audit BPK tersebut sore nanti atau besok.
"Nanti sore atau besok kita kasih keterangan resmi, pokoknya kalian kita undang untuk dengar pernyataan lps. Kita beri keterangan resmi," ujar Firdaus saat ditemui setelah mengadakan pertemuan singkat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Departemen Keuangan sore ini (23/11/2009).
Berdasarkan temuan BPK, dana bailout sebesar RP 2,8 trilun yang dikucurkan LPS ke bank yang kini sudah berganti nama menjadi Bank Mutiara itu tidak sah karena diberikan setelah Perpu JPSK ditolak oleh DPR untuk menjadi UU.
Hasil audit investigasi itu juga memuat dari total bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun, sebesar Rp 5,87 triliun sekitar 87 persennya digunakan untuk menutupi berbagai praktik tidak sehat dan pelanggaran yang dilakukan bank Century.
(nia/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
Semen Gresik Buka Opsi Terbitkan Obligasi Rp 4,87 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 14:58 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:55 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:50 WIB
Orang Terkaya Hong Kong Bantah Menyuap Demi Bangun Kasino di Macau
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
