Kasus Century Bukan Karena Krisis, Tapi Murni Kriminal
Selasa, 24/11/2009 12:44 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Jatuhnya Bank Century (sekarang Bank Mutiara) sehingga harus diselamatkan oleh pemerintah tidak berkaitan dengan krisis global pada tahun 2008, tetapi lebih merupakan kasus kriminal perampokan perbankan.
Pasalnya saat ini ada upaya keras dari Bank Indonesia dan pemerintah untuk mencari pembenaran kasus Bank Century dengan mengkaitkan bailout dan krisis global.
Pengamat Ekonomi dari Tim Indonesia Bangkit (TIB) Ichsanudin Noorsy mengatakan hasil audit investigasi BPK justru sudah sangat jelas menunjukkan dana bailout ilegal untuk menutupi kerugian Bank Century akibat para pengelola (Century Gate ).
"TIB mendukung kesimpulan BPK bahwa alasan penetapan dampak sistemik atas Bank Century oleh BI dan KSSK sangat lemah dan tidak memiliki landasan yang kuat," ujarnya dalam sebuah diskusi bertajuk "Dugaan Abuse Of Power Pada Kasus Bank Century" di Hotel Atlet Century, Jakarta, Selasa (24/11/2009).
Ia menjelaskan, dugaan kuat terjadinya abuse of power (penyalahgunaan wewenang) dari para pengambil kebijakan dalam kasus Bank Century dengan dilakukannya berbagai rekayasa kebijakan.
"Seperti yang terungkap dalam laporan audit investigasi BPK, bailout Century justru telah melanggar berbagai peraturan perundangan BI," katanya.
BI, lanjut Ichsanudin, saat itu dipimpin oleh Boediono telah melakukan berbagai perubahan aturan sebagai akal-akalan untuk menjustifikasikan transaksi tersebut. "Seperti PBI yang dirubah terkait CAR, dimana agar Century bisa mendapatkan FPJP," tuturnya.
Jika hasil audit BPK, lanjutnya, yang sudah jelas-jelas ada pelanggaran hukum tidak di tindaklanjuti maka tidak ada gunanya good corporate governance . "Mari kita sama-sama melanggar hukum, jika memang tidak ada sebuah hukum yang ditegakkan," tuturnya.
Ichsanudin mengharapkan adanya ketegasan sikap Presiden SBY untuk menegakkan hukum dengan membuka aliran dana Century Gate .
Di tempat yang sama, Ekonom TIB Hendri Saparini juga mengungkapkan saat ini disinyalir ada skenario penyelamatan terhadap Century Gate melalui broker yang akan membantu mengembalikan uang negara di Bank Century sehingga tidak ada kerugian negara.
"Jika skenario ini terjadi, maka dapat dianalogikan sebagai perampok yang mengembalikan barang-barang rampokannya setelah tertangkap, sehingga tidak dapat dipisahkan antara tidak adanya kerugian dengan dilakukannya tindakan pidana," paparnya.
Sebagai tambahan menurut Hendri, risiko sistemik yang terjadi pada perbankan Indonesia di awal krisis 2008 pada dasarnya justru meningkat akibat kebijakan pengetatan moneter yang dilakukan oleh Gubernur BI saat itu Boediono.
"Pilihan kebijakan untuk meningkatkan suku bunga dilakukan oleh Bank Indonesia atas nasehat IMF. Risiko sistemik juga muncul di sisi fiskal akibat kebijakan pengetatan fiskal atau perlambatan pengeluaran yang dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani," tambahnya.
(dru/dnl)
Pasalnya saat ini ada upaya keras dari Bank Indonesia dan pemerintah untuk mencari pembenaran kasus Bank Century dengan mengkaitkan bailout dan krisis global.
Pengamat Ekonomi dari Tim Indonesia Bangkit (TIB) Ichsanudin Noorsy mengatakan hasil audit investigasi BPK justru sudah sangat jelas menunjukkan dana bailout ilegal untuk menutupi kerugian Bank Century akibat para pengelola (Century Gate ).
"TIB mendukung kesimpulan BPK bahwa alasan penetapan dampak sistemik atas Bank Century oleh BI dan KSSK sangat lemah dan tidak memiliki landasan yang kuat," ujarnya dalam sebuah diskusi bertajuk "Dugaan Abuse Of Power Pada Kasus Bank Century" di Hotel Atlet Century, Jakarta, Selasa (24/11/2009).
Ia menjelaskan, dugaan kuat terjadinya abuse of power (penyalahgunaan wewenang) dari para pengambil kebijakan dalam kasus Bank Century dengan dilakukannya berbagai rekayasa kebijakan.
"Seperti yang terungkap dalam laporan audit investigasi BPK, bailout Century justru telah melanggar berbagai peraturan perundangan BI," katanya.
BI, lanjut Ichsanudin, saat itu dipimpin oleh Boediono telah melakukan berbagai perubahan aturan sebagai akal-akalan untuk menjustifikasikan transaksi tersebut. "Seperti PBI yang dirubah terkait CAR, dimana agar Century bisa mendapatkan FPJP," tuturnya.
Jika hasil audit BPK, lanjutnya, yang sudah jelas-jelas ada pelanggaran hukum tidak di tindaklanjuti maka tidak ada gunanya good corporate governance . "Mari kita sama-sama melanggar hukum, jika memang tidak ada sebuah hukum yang ditegakkan," tuturnya.
Ichsanudin mengharapkan adanya ketegasan sikap Presiden SBY untuk menegakkan hukum dengan membuka aliran dana Century Gate .
Di tempat yang sama, Ekonom TIB Hendri Saparini juga mengungkapkan saat ini disinyalir ada skenario penyelamatan terhadap Century Gate melalui broker yang akan membantu mengembalikan uang negara di Bank Century sehingga tidak ada kerugian negara.
"Jika skenario ini terjadi, maka dapat dianalogikan sebagai perampok yang mengembalikan barang-barang rampokannya setelah tertangkap, sehingga tidak dapat dipisahkan antara tidak adanya kerugian dengan dilakukannya tindakan pidana," paparnya.
Sebagai tambahan menurut Hendri, risiko sistemik yang terjadi pada perbankan Indonesia di awal krisis 2008 pada dasarnya justru meningkat akibat kebijakan pengetatan moneter yang dilakukan oleh Gubernur BI saat itu Boediono.
"Pilihan kebijakan untuk meningkatkan suku bunga dilakukan oleh Bank Indonesia atas nasehat IMF. Risiko sistemik juga muncul di sisi fiskal akibat kebijakan pengetatan fiskal atau perlambatan pengeluaran yang dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani," tambahnya.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
Semen Gresik Buka Opsi Terbitkan Obligasi Rp 4,87 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 14:58 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:55 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:50 WIB
Orang Terkaya Hong Kong Bantah Menyuap Demi Bangun Kasino di Macau
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
