detikfinance

Menkeu: Penetapan Century Sebagai Bank Gagal Sesuai Kriteria

Wahyu Daniel - detikfinance
Selasa, 24/11/2009 15:43 WIB
Foto: dok depkeu
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga merupakan Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) bersikukuh penetapan Bank Century sebagai bank gagal sehingga harus diselamatkan oleh LPS sudah memenuhi berbagai kriteria yang terukur.

Sri Mulyani menjelaskan, audit terhadap akuntabilitas suatu kebijakan atau tindakan adalah memeriksa apakah tindakan yang diambil pemerintah mematuhi syarat-syarat:
  1. Apakah azas kesesuaian peraturan perundangan dipenuhi.
  2. Apakah azas kewenangan yang sah ada bagi pada pejabat dalam menentukan kebijakan dan keputusan
  3. Apakah keputusan memiliki azas tujuan yang bermanfaat dan bertanggung jawab.

Menurut Sri Mulyani saat penetapan Bank Century sebagai bank gagal pada 20-21 November 2008, KSSK telah memenuhi dan mematuhi ketiga persyaratan tersebut. Sri Mulyani menegaskan, informasi yang dipakai KSSK cukup lengkap dan telah memadai sebagai dasar penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

"Seluruh data yang bersifat makro tersebut sesuai dengan Perpu JPSK telah memenuhi syarat untuk dilakukan rapat KSSK yang ditetapkan sesuai keputusan KSSK 03./KSSK.01/2008 yaitu tentang mekanisme rapat KSSK. Data dan analisa per 31 Oktober 2008 tersebut yang diterima dari BI pada 20 November 2008 telah cukup memadai dalam menggambarkan kondisi BC yang membuat BI menetapkan bank gagal berdampak sistemik," urainya dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (24/11/2009).

Sri Mulyani menjelaskan, penetapan dampak sistemik BC telah mengunakan informasi, analisa, informasi dan metodologi baik yang kualitatif maupun kuantitiatif termasuk penggunaan judgement, dalam hal ini tidak sama sekali memiliki konotasi yang negatif.

"Sebab artinya tak lain pembuat kebijakan dalam hal ini menkeu dan gubernur BI mempertimbangkan dengan menggunakan akal sehat semua data dan informasi yang tersedia secara memadai," tambahnya.

Penetapan BC sebagai bank gagal berdampak sistemik juga tak lepas dari kondisi pasar global yang sedang mengalami krisis. 

"Penutupan BC dipastikan dalam suitausi tersebut berdasar data, faktam informasi dan analisa serta metodologi yang digunakan maka sesuai dengan akal sehat dan judgement, dia dapat menimbulkan apa yang disebut efek berantai," imbuh Sri Mulyani.

Ia kembali mengungkapkan, ketika itu terdapat 23 bank yang setara atau lebih kecil dari BC dan BPR yang memiliki masalah likuiditas dan masalah lain yang kurang lebih sama dengan BC.

"Dengan demikian masalahnya tidak hanya membuka atau menutup BC, tapi juga efek domino pada 23 bank lain dan kemudian diperkirakan potensinya terhadap sistem perbankan," tegas Sri Mulyani.


(dnl/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.