BI Hibahkan BPUI dan Askrindo Senilai Rp 1,545 Triliun ke Pemerintah
Rabu, 25/11/2009 11:36 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Bank Indonesia (BI) berencana untuk menghibahkan kepemilikannya pada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) dan Askrindo sesuai dengan amanat UU BI. Nilai hibah keduanya mencapai Rp 1,545 triliun.
Pjs Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, dari hasil uji tuntas (due dilligence ) yang dilakukan konsultan independen untuk melakukan valuasi harga saham wajar BPUI, menyatakan harga terendah BPUI adalah Rp 1,246 triliun dengan harga tertinggi Rp 1,84 triliun.
Dengan kepemilikan saham BI di BPUI sebesar 82,2% maka total hibah yang diberikan BI kepada pemerintah adalah terendah Rp 1,24 triliun dan tertinggi Rp 1,512 triliun.
"Itu hasil due dilligence yang dilakukan konsultan terhadap BPUI, yang menyatakan BPUI punya benda tidak bergerak dan bergerak, pengalihan saham BPUI bisa melalui hibah karena tidak diatur dalam UU PT tetapi tunduk pada tata cara ketentuan KUH perdata," tutur Darmin dalam rapat dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2009).
Sementara untuk hasil uji tuntas Askrindo didapatkan nilai harga saham wajar sebesar Rp 1,911 triliun, dan dengan kepemilikan saham BI di Askrindo sebesar 17,6%, maka hibah yang diberikan kepada pemerintah adalah sebesar Rp 33,6 miliar.
Berdasarkan penilaian tersebut, maka perkiraan total hibah BI ke pemerintah adalah terendah Rp 1,273 triliun dan tertinggi adalah Rp 1,545 triliun.
Di tempat yang sama, Menneg BUMN Mustafa Abubakar mengatakan perlu dilakukan pembuatan akte hibah oleh pemerintah, dan dengan hibah ini maka pemerintah akan mempunyai 100% saham BPUI dan Askrindo.
(dnl/qom)
Pjs Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, dari hasil uji tuntas (due dilligence ) yang dilakukan konsultan independen untuk melakukan valuasi harga saham wajar BPUI, menyatakan harga terendah BPUI adalah Rp 1,246 triliun dengan harga tertinggi Rp 1,84 triliun.
Dengan kepemilikan saham BI di BPUI sebesar 82,2% maka total hibah yang diberikan BI kepada pemerintah adalah terendah Rp 1,24 triliun dan tertinggi Rp 1,512 triliun.
"Itu hasil due dilligence yang dilakukan konsultan terhadap BPUI, yang menyatakan BPUI punya benda tidak bergerak dan bergerak, pengalihan saham BPUI bisa melalui hibah karena tidak diatur dalam UU PT tetapi tunduk pada tata cara ketentuan KUH perdata," tutur Darmin dalam rapat dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2009).
Sementara untuk hasil uji tuntas Askrindo didapatkan nilai harga saham wajar sebesar Rp 1,911 triliun, dan dengan kepemilikan saham BI di Askrindo sebesar 17,6%, maka hibah yang diberikan kepada pemerintah adalah sebesar Rp 33,6 miliar.
Berdasarkan penilaian tersebut, maka perkiraan total hibah BI ke pemerintah adalah terendah Rp 1,273 triliun dan tertinggi adalah Rp 1,545 triliun.
Di tempat yang sama, Menneg BUMN Mustafa Abubakar mengatakan perlu dilakukan pembuatan akte hibah oleh pemerintah, dan dengan hibah ini maka pemerintah akan mempunyai 100% saham BPUI dan Askrindo.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
