Rupiah Raih 100 Poin
Rabu, 25/11/2009 16:40 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali bergerak menguat hingga 100 poin menyusul masuknya aliran modal-modal asing terutama ke pasar surat utang.
Pada perdagangan Rabu (25/11/2009), rupiah ditutup menguat ke level 9.400 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.500 per dolar AS.
Deputi Gubernur BI Budi Mulya mengatakan, pergerakan rupiah saat ini masih sejalan dengan fundamental ekonomi. Kondisi fundamental Indonesia saat ini dinilai masih cukup bagus.
"Jangan menafsirkan rupiah bergerak itu melemah atau menguat karena itu bisa dinamisme currency. Yang namanya rupiah ya seperti itu, demikian juga currency karena globalnya juga seperti itu. BI menganggap apa yang berlaku sekarang masih berada atau sejalan dengan nilai fundamental ekonomi," urai Budi Mulya.
Budi menjelaskan, fundamental yang kuat itu tercermin dari neraca berjalan yang masih positif, termasuk pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inflasi yang terkendali. Dengan melihat hal tersebut, BI tidak akan banyak mengubah kebijakannya.
"Kita tidak akan merubah stance kebijakan dalam memanage masuknya inflow. Kita konsisten untuk menjaga stabilitas dan volatilitas rupiah. Dan BI senantiasa di pasar menjaga karena itu penting untuk perekonomian," pungkas Budi di Gedung DPR/MPR, Jakarta.
(dru/qom)
Pada perdagangan Rabu (25/11/2009), rupiah ditutup menguat ke level 9.400 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.500 per dolar AS.
Deputi Gubernur BI Budi Mulya mengatakan, pergerakan rupiah saat ini masih sejalan dengan fundamental ekonomi. Kondisi fundamental Indonesia saat ini dinilai masih cukup bagus.
"Jangan menafsirkan rupiah bergerak itu melemah atau menguat karena itu bisa dinamisme currency. Yang namanya rupiah ya seperti itu, demikian juga currency karena globalnya juga seperti itu. BI menganggap apa yang berlaku sekarang masih berada atau sejalan dengan nilai fundamental ekonomi," urai Budi Mulya.
Budi menjelaskan, fundamental yang kuat itu tercermin dari neraca berjalan yang masih positif, termasuk pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inflasi yang terkendali. Dengan melihat hal tersebut, BI tidak akan banyak mengubah kebijakannya.
"Kita tidak akan merubah stance kebijakan dalam memanage masuknya inflow. Kita konsisten untuk menjaga stabilitas dan volatilitas rupiah. Dan BI senantiasa di pasar menjaga karena itu penting untuk perekonomian," pungkas Budi di Gedung DPR/MPR, Jakarta.
(dru/qom)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
