BI Terus Kaji Pembatasan Asing di SBI
Rabu, 25/11/2009 17:01 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Bank Indonesia (BI) sampai saat ini masih terus mengkaji mengenai perlu atau tidaknya pembatasan kepemilikan investor asing pada instrumen Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
Demikian disampaikan oeh Pjs Gubernur BI Darmin Nasution ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2009).
"Saya belum ingin berbicara terlalu banyak mengenai itu (pembatasan SBI) karena itu bisa disalahartikan oleh pasar. Penjelasan kita sejauh ini bahwa kita masih mengkaji," ujar Darmin di gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2009).
Darmin menjelaskan saat ini BI sedang menggodok mengenai hubungan dari masuknya investor asing ke SBI dengan volatilitas atau pergerakan yang terjadi pada nilai tukar rupiah. "Termasuk instrumen-instrumen moneter kita. Dan saya tidak ingin berbicara lebih dari itu," tuturnya.
Lebih lanjut Darmin mengatakan, saat ini BI masih fokus dalam studi tersebut dan belum dapat ditentukan waktu selesainya. "Jangan ditanya kapan selesainya dan apa yang kita lakukan setelah itu, nanti ditafsirkan terlalu jauh oleh pasar," ungkapnya.
Untuk diketahui BI mencatat jumlah dana asing pada instrumen SBI mencapai Rp 46 triliun per November 2009 atau naik dari besaran pada Oktober yang sebesar Rp 43 triliun.
Aliran dana asing ke Indonesia memang sedang marak terjadi khususnya pada sektor keuangan, selain pada SBI, dana asing pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) juga tembus Rp 100 triliun.
(dru/dnl)
Demikian disampaikan oeh Pjs Gubernur BI Darmin Nasution ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2009).
"Saya belum ingin berbicara terlalu banyak mengenai itu (pembatasan SBI) karena itu bisa disalahartikan oleh pasar. Penjelasan kita sejauh ini bahwa kita masih mengkaji," ujar Darmin di gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2009).
Darmin menjelaskan saat ini BI sedang menggodok mengenai hubungan dari masuknya investor asing ke SBI dengan volatilitas atau pergerakan yang terjadi pada nilai tukar rupiah. "Termasuk instrumen-instrumen moneter kita. Dan saya tidak ingin berbicara lebih dari itu," tuturnya.
Lebih lanjut Darmin mengatakan, saat ini BI masih fokus dalam studi tersebut dan belum dapat ditentukan waktu selesainya. "Jangan ditanya kapan selesainya dan apa yang kita lakukan setelah itu, nanti ditafsirkan terlalu jauh oleh pasar," ungkapnya.
Untuk diketahui BI mencatat jumlah dana asing pada instrumen SBI mencapai Rp 46 triliun per November 2009 atau naik dari besaran pada Oktober yang sebesar Rp 43 triliun.
Aliran dana asing ke Indonesia memang sedang marak terjadi khususnya pada sektor keuangan, selain pada SBI, dana asing pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) juga tembus Rp 100 triliun.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
Semen Gresik Buka Opsi Terbitkan Obligasi Rp 4,87 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 14:58 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:55 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:50 WIB
Orang Terkaya Hong Kong Bantah Menyuap Demi Bangun Kasino di Macau
-
Jumat, 25/05/2012 14:14 WIB
Agus Marto Lantik Pejabat Eselon II Kemenkeu
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ini 10 Negara dengan Pasar Properti Paling 'Hot'
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
