DPR Restui BI Hibahkan 2 Anak Usahanya ke Pemerintah
Rabu, 25/11/2009 17:39 WIB
Foto: Gedung DPR
Jakarta - Komisi XI DPR menyetujui pelaksanaan divestasi 2 anak perusahaan Bank Indonesia (BI) yaitu PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (PT BPUI) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo) melalui mekanisme hibah dari BI kepada pemerintah.
"Kami menyetujui hibah dua perusahaan ini. Namun, kalau masih ada pertanyaan yang dibutuhkan, DPR bisa meminta keterangan kepada pemerintah melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP)," ujar Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, Melchias Markus Mekeng, seusai rapat kerja dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Deputi Senior Gubernur BI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (25/11/2009).
Proses hibah dua perusahaan ini, tambah Melki, diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Sebagai tambahan, hasil uji tuntas (due diligence ) yang dilakukan konsultan independen untuk melakukan valuasi harga wajar BPUI, menyatakan harga terendah BPUI senilai Rp 1,246 triliun dan harga tertinggi Rp 1,840 triliun.
Dengan kepemilikan saham BI sebesar 82,2 persen di BPUI, maka total hibah yang diberikan BI kepada pemerintah adalah terendah Rp 1,24 triliun dan tertinggi sebesar Rp 1,512 triliun.
Adapun untuk PT Askrindo didapatkan harga saham wajar sebesar Rp 1,911 triliun. Dengan saham kepemilikan BI sebesar 17,6 persen, maka hibah yang akan diberikan BI sebesar Rp 336,6 miliar.
(nia/dnl)
"Kami menyetujui hibah dua perusahaan ini. Namun, kalau masih ada pertanyaan yang dibutuhkan, DPR bisa meminta keterangan kepada pemerintah melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP)," ujar Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, Melchias Markus Mekeng, seusai rapat kerja dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Deputi Senior Gubernur BI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (25/11/2009).
Proses hibah dua perusahaan ini, tambah Melki, diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Sebagai tambahan, hasil uji tuntas (due diligence ) yang dilakukan konsultan independen untuk melakukan valuasi harga wajar BPUI, menyatakan harga terendah BPUI senilai Rp 1,246 triliun dan harga tertinggi Rp 1,840 triliun.
Dengan kepemilikan saham BI sebesar 82,2 persen di BPUI, maka total hibah yang diberikan BI kepada pemerintah adalah terendah Rp 1,24 triliun dan tertinggi sebesar Rp 1,512 triliun.
Adapun untuk PT Askrindo didapatkan harga saham wajar sebesar Rp 1,911 triliun. Dengan saham kepemilikan BI sebesar 17,6 persen, maka hibah yang akan diberikan BI sebesar Rp 336,6 miliar.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
