Jepang Resahkan Penguatan Yen
Jumat, 27/11/2009 08:39 WIB
Foto: AFP
Tokyo - Mata uang Jepang yen telah menguat tajam atas dolar AS hingga titik tertingginya dalam 14 tahun terakhir. Pemerintah Jepang pun merasa resah dan menilai penguatan yen yang terus menerus bisa memukul perekononiannya.
Menteri Keuangan Jepang Hirojisa Fujii mengatakan, penguatan yen yang sangat cepat dari satu sisi dan membahayakan ekonomi. Pemerintah kini akan mencermati serius fluktuasi yen.
"Kita akan mengambil langkah yang seperlunya atas pergerakan yang tidak wajar ini," ujarnya seperti dikutip dari AFP, Jumat (27/11/2009).
Dolar AS tercatat melemah hingga level 85 yen, atau level terendahnya sejak pertengahan 1990-an. Pada awal perdagangan di Tokyo, dolar AS diperdagangkan di sekitar 85,88 yen.
Namun Fujii tidak memberikan sinyal apakah Bank Sentral Jepang akan melakukan intervensi atas penguatan yen yang cepat ini. Jepang tidak pernah mengintervensi mata uangnya sejak Maret 2004.
Fujii mengatkan, Jepang akan berdiskusi dengan otoritas moneter AS dan Eropa jika diperlukan.
Negara tersebut memang patut khawatir dengan penguatan yen yang cepat karena bisa menggerus daya saing para eksportirnya. Padahal ekonomi Jepang sangat tergantung pada ekspor.
Bursa Jepang Melorot
Sementara Bursa Jepang pada perdagangan Jumat ini langsung merosot, terseret sentimen negatif dari gagal bayarnya sebagian utang Dubai World. Kegagalan Dubai World membayar utang obligasi yang jatuh tempo sebelumnya telah mengguncang Bursa Eropa.
Indeks Nikkei-225 pada sesi pagi tercatat turun hingga 2% ke level 9.194,61. Indeks Nikkei-225 sempat merosot hingga 2,1% ke 9.198,73 yang merupakan titik terendah sejak pertengahan Juli.
(qom/qom)
Menteri Keuangan Jepang Hirojisa Fujii mengatakan, penguatan yen yang sangat cepat dari satu sisi dan membahayakan ekonomi. Pemerintah kini akan mencermati serius fluktuasi yen.
"Kita akan mengambil langkah yang seperlunya atas pergerakan yang tidak wajar ini," ujarnya seperti dikutip dari AFP, Jumat (27/11/2009).
Dolar AS tercatat melemah hingga level 85 yen, atau level terendahnya sejak pertengahan 1990-an. Pada awal perdagangan di Tokyo, dolar AS diperdagangkan di sekitar 85,88 yen.
Namun Fujii tidak memberikan sinyal apakah Bank Sentral Jepang akan melakukan intervensi atas penguatan yen yang cepat ini. Jepang tidak pernah mengintervensi mata uangnya sejak Maret 2004.
Fujii mengatkan, Jepang akan berdiskusi dengan otoritas moneter AS dan Eropa jika diperlukan.
Negara tersebut memang patut khawatir dengan penguatan yen yang cepat karena bisa menggerus daya saing para eksportirnya. Padahal ekonomi Jepang sangat tergantung pada ekspor.
Bursa Jepang Melorot
Sementara Bursa Jepang pada perdagangan Jumat ini langsung merosot, terseret sentimen negatif dari gagal bayarnya sebagian utang Dubai World. Kegagalan Dubai World membayar utang obligasi yang jatuh tempo sebelumnya telah mengguncang Bursa Eropa.
Indeks Nikkei-225 pada sesi pagi tercatat turun hingga 2% ke level 9.194,61. Indeks Nikkei-225 sempat merosot hingga 2,1% ke 9.198,73 yang merupakan titik terendah sejak pertengahan Juli.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
