Bursa Asia Kocar-kacir Gara-gara Gagal Bayar Dubai World
Jumat, 27/11/2009 19:22 WIB
Foto: AFP
Tokyo - Bursa Asia kocar-kacir menyusul gagal bayarnya sebagian utang obligasi Dubai World. Kegagalan bayar itu dikhawatirkan bisa memperluas gagal bayar di berbagai belahan dunia.
Bursa-bursa Asia mengkor pelemahan yang sudah terjadi di Bursa Eropa sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (27/11/2009) ini, bursa-bursa Asia mencatat kemerosotan tajam. Kecuali Bursa Indonesia, Malaysia dan Singapura yang pada hari ini tercatat libur.
Investor terus melepas aset-aset berisiko tinggi pada perdagangan akhir pekan ini. Kegagalan bayar utang Dubai World dikhawatirkan bisa memberikan efek pada gagal bayar perusahaan lain. Namun analis juga menilai, tipisnya transaksi pada hari ini sehubungan dengan libur panjang akhir pekan di sejumlah bursa membuat bursa bergerak lebih bergejolak.
"Kekhawatiran itu adalah sebuah isu namun bukan guncangan yang sesunguhnya. Ini lebih pada sebuah pertanyaan tentang waktu bersamaan dengan sedikitnya pelaku pasar bertransaksi karena libur panjang sehingga memicu pergerakan ini," ujar Mic Mills, pialang senior ETX Capital seperti dikutip dari Reuters.
Harga emas pun ikut terseret dan merosot tajam. Investor langsung berbalik arah mencari investasi yang aman yakni aset-aset dalam dolar AS. Harga emas di pasar spot London turun ke US$ 1.136,80 per once, terendah sejak 16 November.
"Ini terutama dipicu oleh kabar dari Dubai yang telah memberikan dampak besar pada risk appetite dan menghasilkan dolar yang menguat tajam," jelas Daniel Major, analis logam dari RBS Global Banking & Markets.
Pemerintah Dubai secara mengejutkan mengumumkan kondisi gagal bayar atas sebagian obligasi perusahaan terkemuka di negara tersebut, Dubai World yang jatuh tempo.
"Dubai World ingin meminta kepada seluruh penyedia pembiayaan Dubai World dan Nakheel untuk 'standstill' (kondisi tidak membayar utang) dan memperpanjang jatuh tempo menjadi paling tidak 30 Mei 2010," ujar pemerintah Dubai dalam pernyataannya.
Nakheel, anak usaha Dubai World tercatat memiliki obligasi syariah US$ 3,5 miliar yang jatuh tempo pada 14 Desember dan utang lain senilai US$ 980 juta yang jatuh tempo 13 Mei 2010. Nakheel yang merupakan pengembang properti terkemuka itu sempat menjadi raja ketika terjadi booming konstruksi.
Limitless, pengembang yang juga anak usaha Dubai World lainnya tercatat memiliki utang obligasi syariah senilai US$ 1,2 miliar yang jatuh tempo pada 31 Maret 2010.
Harga minyak mentah dunia juga ikut merosot. Pada akhir pekan ini, kontrak utama minyak light merosot hingga US$ 4 menjadi US$ 74,37 per barel.
"Pasar bereaksi secara berlebihan. Risiko gagal bayar Dubai telah masuk dalam radar investor dalam beberapa waktu, dan saya tidak terkejut jika ada investor kaya Abu Dhabi atau negara teluk lainnya akan menyelamatkannya," ujar David Thebault, head of quantitative sales trading Global Equities.
(qom/qom)
Bursa-bursa Asia mengkor pelemahan yang sudah terjadi di Bursa Eropa sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (27/11/2009) ini, bursa-bursa Asia mencatat kemerosotan tajam. Kecuali Bursa Indonesia, Malaysia dan Singapura yang pada hari ini tercatat libur.
- Indeks Hang Seng merosot 1.075,91 poin (7,1%) ke level 21.134,90
- Indeks S&P/ASX merosot 136,5 poin (2,90%) ke level 4.572,1
- Indeks Komposit Shanghai merosot 74,72 poin (2,36%) ke level 3.096,27.
- Indeks KOSPI merosot 75,02 poin (4,96%) ke level 1.524,50.
- Indeks Taipei merosot 248,25 poin (3,21%) ke level 7.490,91.Indeks Indeks Thailand turun 5,36 poin (0,78%) ke level 680,37.
- Indek Filipina turun 44,85 poin (1,45%) ke level 3.044,97.
Investor terus melepas aset-aset berisiko tinggi pada perdagangan akhir pekan ini. Kegagalan bayar utang Dubai World dikhawatirkan bisa memberikan efek pada gagal bayar perusahaan lain. Namun analis juga menilai, tipisnya transaksi pada hari ini sehubungan dengan libur panjang akhir pekan di sejumlah bursa membuat bursa bergerak lebih bergejolak.
"Kekhawatiran itu adalah sebuah isu namun bukan guncangan yang sesunguhnya. Ini lebih pada sebuah pertanyaan tentang waktu bersamaan dengan sedikitnya pelaku pasar bertransaksi karena libur panjang sehingga memicu pergerakan ini," ujar Mic Mills, pialang senior ETX Capital seperti dikutip dari Reuters.
Harga emas pun ikut terseret dan merosot tajam. Investor langsung berbalik arah mencari investasi yang aman yakni aset-aset dalam dolar AS. Harga emas di pasar spot London turun ke US$ 1.136,80 per once, terendah sejak 16 November.
"Ini terutama dipicu oleh kabar dari Dubai yang telah memberikan dampak besar pada risk appetite dan menghasilkan dolar yang menguat tajam," jelas Daniel Major, analis logam dari RBS Global Banking & Markets.
Pemerintah Dubai secara mengejutkan mengumumkan kondisi gagal bayar atas sebagian obligasi perusahaan terkemuka di negara tersebut, Dubai World yang jatuh tempo.
"Dubai World ingin meminta kepada seluruh penyedia pembiayaan Dubai World dan Nakheel untuk 'standstill' (kondisi tidak membayar utang) dan memperpanjang jatuh tempo menjadi paling tidak 30 Mei 2010," ujar pemerintah Dubai dalam pernyataannya.
Nakheel, anak usaha Dubai World tercatat memiliki obligasi syariah US$ 3,5 miliar yang jatuh tempo pada 14 Desember dan utang lain senilai US$ 980 juta yang jatuh tempo 13 Mei 2010. Nakheel yang merupakan pengembang properti terkemuka itu sempat menjadi raja ketika terjadi booming konstruksi.
Limitless, pengembang yang juga anak usaha Dubai World lainnya tercatat memiliki utang obligasi syariah senilai US$ 1,2 miliar yang jatuh tempo pada 31 Maret 2010.
Harga minyak mentah dunia juga ikut merosot. Pada akhir pekan ini, kontrak utama minyak light merosot hingga US$ 4 menjadi US$ 74,37 per barel.
"Pasar bereaksi secara berlebihan. Risiko gagal bayar Dubai telah masuk dalam radar investor dalam beberapa waktu, dan saya tidak terkejut jika ada investor kaya Abu Dhabi atau negara teluk lainnya akan menyelamatkannya," ujar David Thebault, head of quantitative sales trading Global Equities.
(qom/qom)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
